![]() |
| Foto | Tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sabang melakukan pembahasan hasil pemeriksaan bersama pengelola SPPG Cahaya Kurnia Permata di Desa Keneukai.(ist) |
Sabang.AGN – Upaya Pemerintah Kota Sabang dalam memastikan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuahkan hasil. Satu dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan sebagai dapur penyedia makanan bergizi kini resmi dinyatakan memenuhi standar higiene sanitasi setelah melalui proses pembinaan dan pemeriksaan secara bertahap.
Kepastian tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kota Sabang usai melakukan rangkaian Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap fasilitas dapur MBG. Proses penilaian berlangsung hampir satu tahun dan melibatkan berbagai tahapan sebelum sertifikat kelayakan dapat diterbitkan.
Koordinator Tim IKL sekaligus Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Pertama Dinas Kesehatan Kota Sabang, Ade Indriharyanti Pertiwi, SKM, menjelaskan bahwa setiap dapur MBG wajib memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Persyaratan tersebut meliputi hasil inspeksi kesehatan lingkungan, tindak lanjut seluruh rekomendasi perbaikan, hasil uji laboratorium, hingga kepemilikan sertifikat pelatihan bagi para penjamah pangan.
"Prosesnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Kami sudah melakukan tiga kali Inspeksi Kesehatan Lingkungan. Setiap selesai pemeriksaan kami memberikan rekomendasi, kemudian pengelola melakukan perbaikan sebelum kami melakukan inspeksi kembali," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia mengungkapkan, inspeksi terakhir dilaksanakan pada Senin lalu setelah pengelola menyampaikan seluruh rekomendasi telah ditindaklanjuti. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim menemukan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya sehingga fasilitas dapur dinilai telah memenuhi ketentuan sanitasi dan higiene yang dipersyaratkan.
Sejumlah pembenahan dilakukan oleh pengelola, mulai dari penyediaan loker khusus bagi petugas, penataan ulang jalur operasional melalui akses belakang bangunan agar alur distribusi lebih higienis, hingga penyempurnaan berbagai fasilitas pendukung sesuai standar kesehatan lingkungan. Selain itu, sistem pengolahan limbah juga telah dibangun menggunakan tiga tahap penyaringan sebelum limbah dialirkan menuju septic tank.
"Kami melihat perubahan yang sangat signifikan. Pengelolaan limbah juga sudah sesuai karena melalui beberapa tahapan pengolahan sebelum masuk ke septic tank. Persyaratan lain seperti hasil uji laboratorium dan sertifikat penjamah pangan juga sudah dilengkapi," katanya.
Ade menegaskan, pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi lebih menitikberatkan pada jaminan keamanan pangan. Hal itu penting agar makanan yang diproduksi bagi ribuan penerima manfaat Program MBG benar-benar aman dikonsumsi dan terbebas dari risiko pencemaran.
Dalam pelaksanaan inspeksi tersebut, Tim IKL Dinas Kesehatan Kota Sabang terdiri atas Hasmaizar, SKM, dan Nurbahri, AMKL, serta didampingi dua petugas dari Puskesmas Balohan sesuai wilayah kerja lokasi SPPG yang diperiksa.
SPPG Cahaya Kurnia Permata yang berada di Desa Keneukai, Kecamatan Sukajaya, menjadi dapur MBG pertama di Kota Sabang yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan higiene sanitasi setelah melalui tiga kali Inspeksi Kesehatan Lingkungan beserta serangkaian perbaikan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.
Sementara itu, dua SPPG lainnya masih menjalani proses pemenuhan berbagai persyaratan teknis. Dinas Kesehatan Kota Sabang memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh dapur MBG di daerah tersebut memenuhi standar kesehatan lingkungan dan memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.[]

0 Komentar