
Foto | Olah visual menggunakan ChatGPT (acehglobalnews.id)
Sabang.AGN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meresmikan Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif di kawasan depan Gedung Wali Kota Sabang, Jumat (7/8/2026).
Kehadiran ruang publik tersebut menjadi simbol kampanye semangat gotong royong dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K), FIHA, M.MR.S, mengatakan pembangunan taman tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya kepesertaan JKN dan budaya saling membantu dalam bidang kesehatan.
Menurutnya, konsep gotong royong menjadi nilai utama yang ingin terus ditanamkan kepada masyarakat. Peserta yang dalam kondisi sehat diharapkan tetap menjalankan kewajibannya membayar iuran sehingga dapat membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan, sekaligus memberikan perlindungan ketika suatu saat menghadapi masalah kesehatan.
"Ini bukan hanya sebuah taman, tetapi menjadi simbol bagaimana semangat gotong royong dalam program JKN harus terus dijaga dan diwariskan kepada masyarakat dari Sabang hingga Merauke," ujar Prihati Pujowaskito.
Ia menjelaskan, pemilihan Sabang sebagai lokasi pembangunan taman tersebut memiliki makna tersendiri karena berada di wilayah paling barat Indonesia. Setelah peresmian di Sabang, BPJS Kesehatan juga berencana menghadirkan taman serupa di wilayah paling timur Indonesia, yakni Merauke, bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional pada 9 September mendatang.
Selain menjadi ruang publik, Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif juga memperkenalkan nilai-nilai utama yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam menjalankan program JKN. Nilai tersebut dirangkum dalam konsep "Inisiatif" yang mencakup integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovasi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, integritas menjadi dasar dalam mengelola dana peserta secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab agar setiap rupiah yang dikumpulkan dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Sementara nilai kolaborasi diwujudkan melalui kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan peserta, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan Program JKN tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh pihak.
Dalam aspek pelayanan, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pembiayaan terhadap layanan kesehatan yang memang dibutuhkan peserta. Selain itu, berbagai inovasi juga terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan, baik secara langsung maupun melalui kanal digital.
Ia menyebutkan, BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai layanan seperti Care Center 165, layanan administrasi melalui Pandawa berbasis WhatsApp selama 24 jam, serta aplikasi Mobile JKN yang kini telah digunakan puluhan juta masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengecek status kepesertaan maupun memperoleh berbagai informasi layanan kesehatan.
Sementara itu, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran BPJS Kesehatan yang telah memilih Kota Sabang sebagai lokasi pembangunan taman tersebut. Ia menilai fasilitas yang diberikan merupakan bentuk perhatian besar terhadap masyarakat Sabang.
Menurut Zulkifli, keberadaan taman tersebut menjadi tambahan fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan JKN dengan baik.
Ia juga mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan bersama para tenaga medis, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap kualitas pelayanan tersebut terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sabang juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat agar tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan ketika sakit. Menurutnya, menjaga kesehatan melalui pola makan dan kebiasaan hidup sehat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit.
Zulkifli turut menyampaikan bahwa Aceh memiliki banyak kontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menyebut Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah modal dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga sebagai daerah yang melahirkan berbagai inovasi, termasuk dalam sektor pelayanan publik.
Ia mencontohkan hadirnya program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang kemudian menjadi salah satu inspirasi dalam pengembangan sistem jaminan kesehatan nasional. Karena itu, menurutnya, Aceh bukan hanya daerah modal, tetapi juga dapat menjadi daerah model dalam berbagai bidang pembangunan.
Dengan hadirnya Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif BPJS Kesehatan di Sabang, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kepesertaan JKN, menjaga kesehatan, serta memperkuat budaya gotong royong demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan terlindungi.[DIKK]
0 Komentar