![]() |
| Foto | Olah visual menggunakan ChatGPT (acehglobalnews,id) |
Banda Aceh.AGN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Aceh pada Mei 2026 berada di angka 5,89 persen. Artinya, dari setiap 100 orang yang masuk kategori angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang masih belum memperoleh pekerjaan.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan data tersebut merupakan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan pada Mei 2026. Hasil survei itu menggambarkan kondisi terkini pasar kerja di Aceh, termasuk jumlah penduduk yang bekerja, menganggur, hingga tingkat partisipasi angkatan kerja.
Menurut Agus, jumlah penduduk usia kerja di Aceh saat ini mencapai sekitar 4,20 juta jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 2,67 juta orang tergolong sebagai angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta lainnya masuk kategori bukan angkatan kerja.
"Dari total angkatan kerja itu, sebanyak 2,52 juta orang telah bekerja, sementara sekitar 157,48 ribu orang masih menganggur," ujarnya.
Ia menjelaskan, dibandingkan kondisi pada Februari 2026, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan sekitar 15 ribu orang. Namun, pada periode yang sama jumlah pengangguran juga bertambah sekitar seribu orang.
BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Aceh pada Mei 2026 mencapai 63,59 persen atau mengalami peningkatan dibandingkan Februari lalu. Berdasarkan jenis kelamin, partisipasi angkatan kerja laki-laki masih jauh lebih tinggi, yakni sebesar 80,74 persen, sedangkan perempuan tercatat 46,50 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka laki-laki mencapai 6,17 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada pada angka 5,41 persen. Selain itu, tingkat pengangguran di kawasan perkotaan masih tercatat lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Aceh dengan kontribusi sebesar 39,31 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 14,77 persen, disusul sektor industri pengolahan yang menyerap 7,12 persen tenaga kerja.
Untuk status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan persentase mencapai 33,07 persen. Meski demikian, struktur ketenagakerjaan Aceh masih didominasi oleh sektor informal.
BPS mencatat sebanyak 62,12 persen pekerja di Aceh masih berada pada sektor informal, sedangkan pekerja di sektor formal hanya mencapai 37,88 persen. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan yang belum memiliki perlindungan kerja secara formal.
Dari aspek pendidikan, tenaga kerja di Aceh masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kelompok ini menyumbang 36,76 persen dari total penduduk yang bekerja, menjadikannya sebagai jenjang pendidikan dengan jumlah pekerja terbanyak di provinsi tersebut.[]

0 Komentar