Foto | Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sabang Rinaldi Syahputra menyampaikan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang mendorong kegiatan berbasis masyarakat seperti Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk mereka.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, S.E., M.T., mengatakan kegiatan yang digelar pemerintah gampong tersebut memiliki manfaat lebih luas dari sekadar pelestarian budaya, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, agenda semacam ini juga dapat menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia menjelaskan, keterlibatan pelaku UMKM dalam festival memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menunjukkan berbagai produk yang mereka hasilkan. Sejumlah komunitas turut menampilkan makanan khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal.
Produk-produk tersebut juga mendapat perhatian dari Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam bersama sejumlah unsur Forkopimda yang hadir dalam kegiatan. Mereka berkesempatan mencicipi langsung sejumlah makanan yang disajikan oleh masyarakat.
Rinaldi menilai kegiatan seperti Festival Budaya Cot Ba’u sebaiknya dapat diikuti oleh gampong-gampong lainnya di Kota Sabang. Setiap wilayah dinilai memiliki kekayaan budaya, kuliner maupun potensi ekonomi yang dapat dikemas menjadi sebuah agenda publik.
“Harapan kita kegiatan seperti ini tidak hanya ada di Gampong Cot Ba’u. Gampong-gampong lain juga dapat membuat kegiatan serupa karena banyak hal positif yang bisa dihasilkan,” ujar Rinaldi.
Menurutnya, festival yang menggabungkan budaya dan UMKM dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal masing-masing gampong kepada masyarakat yang lebih luas. Pada saat bersamaan, kegiatan tersebut membuka peluang munculnya produk makanan maupun kerajinan baru hasil kreativitas warga.
Rinaldi berharap kesempatan tampil dalam berbagai agenda publik dapat memotivasi pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi. Produk yang sudah ada diharapkan tidak berhenti pada bentuk lama, tetapi terus dikembangkan agar memiliki daya tarik dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Selain membuka ruang promosi melalui festival, Pemerintah Kota Sabang juga memberikan dukungan melalui pembinaan dan pelatihan. Upaya tersebut dilakukan agar pelaku UMKM memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Ia mengatakan pembinaan terhadap pelaku usaha juga telah dilakukan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Sabang. Pendampingan mencakup sejumlah aspek yang diperlukan pelaku usaha dalam mengembangkan produk mereka.
Salah satunya berkaitan dengan merek dagang dan pelabelan produk. Pemerintah daerah mendorong agar produk UMKM memiliki identitas yang jelas sehingga lebih mudah dikenali sekaligus memberikan kepercayaan kepada konsumen.
“Pembinaan tetap kita lakukan melalui Disperindag, termasuk berkaitan dengan merek dagang, pelabelan dan berbagai kebutuhan produksi. Jadi pelaku UMKM tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah,” katanya.
Rinaldi berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintahan gampong dan pelaku UMKM terus ditingkatkan. Menurutnya, semakin banyak ruang promosi dan pembinaan yang tersedia, semakin besar pula peluang bagi masyarakat untuk menciptakan produk unggulan yang dapat mendukung perekonomian daerah.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal juga dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Produk makanan, kerajinan dan hasil kreativitas masyarakat yang diperkenalkan melalui kegiatan budaya berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Kota Sabang.[DIKK]
0 Komentar