50 Murid MTsN SabangTerbitkan Buku Antologi dan Raih Beragam Penghargaan

 

Foto | Sebanyak 50 murid MTsN Sabang berhasil menerbitkan karya bertajuk "Sketsa Sabang dari Murid untuk Dunia" yang mengangkat kearifan lokal Aceh. Foto: Dok. MTsN Sabang.

Sabang.AGN – Upaya MTsN Sabang membangun budaya literasi secara konsisten mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Puluhan murid berhasil menerbitkan karya dalam buku antologi bertema kearifan lokal, sementara madrasah, kepala sekolah, guru, hingga para siswa juga menerima berbagai penghargaan atas dedikasi mereka dalam mengembangkan ekosistem literasi.

Rangkaian penyerahan penghargaan dan apresiasi tersebut berlangsung di lingkungan MTsN Sabang pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas komitmen seluruh warga madrasah dalam menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya belajar.

Sebanyak 50 murid MTsN Sabang berpartisipasi sebagai penulis dalam Naskah Antologi FL Aceh #1 yang diterbitkan melalui program Nyalanesia oleh PT Nyala Masadepan Indonesia. Para penulis terdiri atas 25 anggota Ekstrakurikuler Karya Tulis dan 25 siswa dari Kelas IX Ali Bin Abi Thalib.

Melalui karya bertajuk "Sketsa Sabang dari Murid untuk Dunia", para murid mengangkat beragam potensi budaya, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Tulisan tersebut menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya yang dimiliki Aceh, khususnya Kota Sabang.

Keberhasilan penerbitan buku antologi tersebut juga diiringi dengan pemberian penghargaan kepada para murid yang dinilai memiliki karya terbaik. Zharifah Ramadhannyah meraih predikat Penulis Terbaik I, Muhammad Fitra sebagai Penulis Terbaik II, sedangkan Penulis Terbaik III diberikan kepada Khalisa Reeta Annisa.

Penghargaan berupa sertifikat dan buku hasil karya diserahkan langsung oleh Kepala MTsN Sabang, Muhammad Nasir, S.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Irwansyah, S.IP., Wakil Kepala Bidang Kurikulum Zulfahmi Jamaluddin, Lc., Ketua Literasi Amna Yanti, M.Pd., serta Kepala Perpustakaan Sakdiah, S.Pd.

Tidak hanya para siswa, sejumlah tenaga pendidik juga memperoleh apresiasi atas kontribusi mereka dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Penghargaan Guru Aktif Literasi Sekolah diberikan kepada Latifa Sahara, S.Pd., Gr., Sellyta, S.Pd., Jodi Pratiwi, S.IP., Izkar Hadiyah, S.Si., M.Pd., Amna Yanti, M.Pd., dan Zamharira Kasturi, S.Pd.I., Gr.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nasir, S.Pd., menerima penghargaan sebagai Kepala Madrasah Aktif Literasi, sementara MTsN Sabang dinobatkan sebagai Sekolah Aktif Literasi. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang mendorong minat baca, kemampuan menulis, dan kreativitas peserta didik.

Kepala MTsN Sabang berharap budaya literasi yang telah berkembang tidak hanya menghasilkan berbagai prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian dalam memperkenalkan potensi daerah melalui karya tulis.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, MTsN Sabang berkomitmen terus memperkuat berbagai program literasi agar lahir lebih banyak karya berkualitas yang mampu mengharumkan nama madrasah, Kota Sabang, dan Aceh di tingkat yang lebih luas.[REDAKSI]

0 Komentar