
Foto | Pulau Rubiah Sabang salah satu spot paling diminati wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Kota Sabang tidak hanya dikenal sebagai wilayah paling barat Indonesia dengan pesona lautnya yang memikat. Daerah yang berada di Pulau Weh ini juga memiliki beragam pilihan destinasi, mulai dari wisata pantai dan alam, situs sejarah, hingga objek wisata buatan yang tersebar di tiga kecamatan.
Berdasarkan publikasi BPS Kota Sabang Dalam Angka 2026, dengan sumber data dari Dinas Pariwisata Kota Sabang, terdapat 48 objek wisata yang tercatat di wilayah Kota Sabang. Puluhan destinasi tersebut menawarkan karakter berbeda dan menjadi bagian dari kekayaan pariwisata daerah.
Dari jumlah itu, wisata alam mendominasi dengan 28 lokasi. Selain itu, terdapat delapan destinasi wisata budaya, enam wisata buatan, serta enam objek wisata yang memadukan unsur alam dan buatan.
Kecamatan Sukamakmue menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi destinasi yang cukup beragam. Kawasan ini memiliki sejumlah lokasi wisata bahari yang telah dikenal wisatawan, seperti Pantai Teupin Layeu, Pulau Rubiah, Gapang Beach, dan Hutan Wisata Iboih.
Selain wisata pantai, wilayah Sukamakmue juga menawarkan Air Terjun Pria Laot, Hydrothermal Sirui, Kolam Air Panas Keunekai, Kolam Pemandian Air Panas Jaboi, Gunung Api Jaboi hingga kawasan Geothermal Jaboi. Keberadaan destinasi tersebut memperlihatkan kekayaan bentang alam Pulau Weh yang tidak hanya bertumpu pada wisata laut.
Di kecamatan ini juga terdapat sejumlah lokasi bernilai sejarah dan budaya, seperti Makam Aulia Pria Laot dan Tugu Pemancungan Jepang Batee Shoek. Sementara Tugu Kilometer Nol Indonesia menjadi salah satu objek wisata buatan yang paling dikenal dan kerap menjadi tujuan wisatawan saat berkunjung ke Sabang.
Sementara itu, Kecamatan Sukakarya tercatat memiliki 18 objek wisata. Kawasan ini menawarkan perpaduan antara pesona pesisir, danau, fasilitas wisata, hingga bangunan yang memiliki nilai sejarah.
Sejumlah wisata alam yang berada di Sukakarya di antaranya Pantai Kasih, Danau Aneuk Laot, Pantai Teupin Cirik, Pantai Lhok Krueng Raya, Pantai Teupin Tongkang, dan Pulau Klah. Kawasan tersebut menjadi bagian dari pilihan destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Sabang.
Adapun wisata buatan di Kecamatan Sukakarya meliputi Meriam Sabang Fair, Taman Wisata Kuliner, dan Museum Sabang. Selain itu, terdapat pula sejumlah situs dan bangunan bersejarah seperti Benteng Pengintaian Jepang Ujung Asam, Benteng Pertahanan Jepang Tengah Jalan, Sabang Hill, serta Masjid Agung Babussalam.
Beberapa lokasi di Sukakarya juga tercatat sebagai perpaduan wisata alam dan buatan, antara lain Kawasan Sabang Fair atau Paradiso, Dermaga CT 1, serta kawasan Rujak Pulau Klah.
Kecamatan Sukajaya turut menyumbang sejumlah pilihan destinasi yang tidak kalah menarik. Wilayah ini dikenal dengan pesona pantai berpasir putih dan hitam, termasuk Pantai Sumur Tiga, Pantai Ujoeng Kareung, serta Pantai Teupin Reudeup di Gampong Anoi Itam.
Dua ikon wisata buatan, yakni Tugu I Love Sabang dan Tugu Sabang Merauke, juga berada di wilayah Kecamatan Sukajaya. Sementara bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah, Benteng Pertahanan Jepang Anoi Itam menjadi salah satu lokasi yang dapat dikunjungi.
Selain itu, Kebun Salak Sabang dan Dermaga CT 3 atau Cargo Terminal 3 tercatat sebagai destinasi yang memadukan unsur alam dan buatan. Keberadaan berbagai objek wisata tersebut menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Pulau Weh.
Dengan 48 objek wisata yang tersebar di Kecamatan Sukamakmue, Sukakarya, dan Sukajaya, Sabang memiliki potensi besar untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang beragam. Wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut, pantai, hutan, sumber panas bumi, hingga situs peninggalan sejarah dalam satu wilayah kepulauan.
Keragaman destinasi tersebut juga semakin menguatkan posisi Sabang sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ke depan, potensi yang dimiliki diharapkan terus didukung melalui pengelolaan destinasi, peningkatan aksesibilitas, serta pengembangan fasilitas agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.[DIKK]
0 Komentar