Sosok Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Mundur Baru 45 Hari Menjabat

 

Nanik S Deyang / Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Jakarta.AGN - Sosok Nanik S Deyang kembali jadi sorotan publik setelah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan. Padahal ia belum lama menduduki posisi tersebut, menggantikan Dadan Hindayana.

Dalam catatan detikcom, Nanik resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada Senin (8/6) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dan Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Artinya, ia baru menjabat sekitar 45 hari atau satu setengah bulan sebelum akhirnya mundur dari pucuk pimpinan badan yang bertugas melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) itu.

Sebelum menjabat sebagai Kepala, Nanik diketahui sudah menjabat sebagai Wakil Ketua BGN pada Rabu, 17 September 2025 lalu. Dengan begitu, secara keseluruhan ia sudah menjabat di badan tersebut selama lebih dari 10 bulan.

Profil Nanik S Deyang

Dalam situs resmi BGN, dijelaskan wanita bernama lengkap Nanik Sudaryati Deyang lahir 3 Januari 1968. Ia merupakan seorang wartawati dan politikus Indonesia kelahiran Madiun, Jawa Timur dan memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit.

"Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan," tulis BGN dalam situs resminya.

Melansir Antara, Nanik menduduki posisi penting, seperti menjadi Pemimpin Umum di percetakan majalah khusus "Femme", Direktur Utama di tabloid wanita "Info Kecantikan", dan Komisaris di tabloid "Info Kuliner", tabloid ekonomi bisnis "Peluang Usaha", serta tabloid umum "The Politic".

Sebagai jurnalis, ia pun memiliki reputasi yang kritis terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi. Karir jurnalismenya berkembang di media-media nasional, sehingga Nanik pun dikenal integritasnya yang tinggi serta wawasan yang mendalam tentang kondisi sosial masyarakat Indonesia.

Hingga saat Pilpres 2019, Nanik berada dalam barisan kemenangan pendukung pasangan calon Prabowo-Sandi dan terpilih menjabat posisi sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.

Nama Nanik pernah menarik perhatian publik ketika mencuat kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet di Bandung pada 2018. Dalam kasus tersebut, dirinya kerap dijadikan saksi dan dipanggil ke Polda Metro Jaya.

Sampai akhirnya pada Selasa, 22 Oktober 2024 lalu, Nanik diberikan kepercayaan oleh Presiden Prabowo untuk menjalani tugas mengatasi kemiskinan di Indonesia yakni sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Dari sinilah ia memulai karier di pemerintahan.

Nanik Diminta Prabowo Jadi Kepala Dewan Pengawas BGN

Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN, efektif mulai hari ini. Nanik mengatakan dirinya sudah berpamitan dan mendapatkan izin dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan perawatan jantung di luar negeri.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," kata Nanik di unggahan di akun Facebook resminya.

Meski begitu, ia tidak sepenuhnya lepas dari operasional di badan pelaksana program MBG itu. Sebab menurutnya Prabowo berencana untuk membentuk dewan pengawas BGN, yang mana rencananya ia akan ditunjuk sebagai ketua.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," jelasnya.

Selain itu, ia juga memberi petunjuk jika Ketua BGN selanjutnya adalah sosok 'adik' sehingga ia tidak akan segan dalam proses pengawasan ke depan. Meski Nanik tidak menjelaskan lebih rinci siapa sosok bos program MBG baru itu.

"InsyAllah pengganti saya adalah 'adik saya' di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," ujar Nanik.

 

Dilansir dari laman : detik.com

0 Komentar