Siswa SMAN 1 Sabang Ciptakan Pendeteksi Gas Berbahaya di Mobil

Foto | Siswa SMA Negeri 1 Sabang, Adif Fata Amrullah, berhasil mewakili Aceh pada ajang Duta LLAJ Nasional 2026 berkat inovasi keselamatan transportasi (foto:acehglobalnews.id)

Sabang.AGN — Kreativitas pelajar Kota Sabang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Seorang siswa SMA Negeri 1 Sabang, Adif Fata Amrullah, berhasil mengembangkan prototipe alat pendeteksi kualitas udara di dalam mobil yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan penumpang kendaraan.

Perangkat yang dibuat Adif mampu mengenali keberadaan sejumlah gas berbahaya, antara lain karbon monoksida (CO), metana, butana, dan propana. Sistem tersebut bekerja sebagai peringatan dini apabila konsentrasi gas di dalam kabin kendaraan meningkat dan berpotensi membahayakan pengemudi maupun penumpang.

Menurut Adif, ide pengembangan alat ini muncul dari kekhawatiran terhadap risiko keracunan gas di dalam kendaraan ber-AC yang kerap tidak disadari pengguna. Dengan adanya sistem deteksi otomatis, pengguna kendaraan diharapkan dapat segera mengambil tindakan sebelum kondisi menjadi berbahaya.

Foto | Adif Fata Amrullah terpilih sebagai Duta LLAJ tingkat Provinsi Aceh dan akan mewakili Aceh pada ajang nasional September 2026 (foto: tangkapan layar @adifffataaa)

Inovasi di bidang keselamatan transportasi tersebut mengantarkan Adif terpilih sebagai Duta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Aceh. Ia akan mewakili Aceh pada ajang Duta LLAJ tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Menjelang kompetisi nasional, Adif terus melakukan penyempurnaan terhadap prototipe yang dikembangkannya. Fokus pengembangan saat ini diarahkan pada peningkatan akurasi sensor serta kemampuan alat dalam mendeteksi berbagai jenis gas secara lebih cepat dan tepat.

Menariknya, alat tersebut berhasil dibuat dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga minggu. Selama proses pengembangan, Adif memanfaatkan pembelajaran mandiri melalui berbagai sumber pengetahuan digital serta dukungan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu perancangan sistem dan pemrograman perangkat.

Prestasi Adif dinilai menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan bersaing dalam bidang teknologi dan inovasi. Kehadirannya di tingkat nasional diharapkan tidak hanya membawa nama baik Sabang dan Aceh, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak inovasi keselamatan transportasi dari kalangan generasi muda Indonesia.[DIKK]

0 Komentar