PT PEMA Catat Kinerja Positif, Kontribusi untuk PAD Aceh Kembali Meningkat

Foto | Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyerahkan dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp28,76 miliar kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Kamis (23/7/2026).

Banda Aceh.AGN – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA kembali menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Untuk Tahun Buku 2025, perusahaan milik Pemerintah Aceh tersebut menyerahkan dividen sebesar Rp28.762.513.255, atau lebih tinggi dibandingkan capaian dua tahun sebelumnya.

Penyerahan dividen dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Kamis (23/7/2026). Prosesi tersebut turut disaksikan jajaran direksi PT PEMA serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

Nilai dividen yang disalurkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan Tahun Buku 2024 yang tercatat sebesar Rp26,70 miliar. Sementara pada Tahun Buku 2023, perusahaan menyetorkan dividen sekitar Rp26,68 miliar. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya performa bisnis PT PEMA dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan peningkatan kinerja perusahaan merupakan hasil dari transformasi yang terus dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan, pembenahan sistem manajemen, serta pengembangan berbagai sektor usaha yang dijalankan secara profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.

Menurutnya, PT PEMA berkomitmen menjadi Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Karena itu, perusahaan terus berupaya memperluas aktivitas bisnis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan daerah melalui dividen yang terus bertumbuh.

Mawardi menjelaskan, laba perusahaan pada Tahun Buku 2025 ditopang oleh sejumlah unit usaha strategis. Di antaranya pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor kopi Arabika Gayo, hingga perdagangan hasil perikanan.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh jajaran perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir fokus melakukan pembenahan internal. Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan sistem pengawasan, serta penerapan budaya kerja yang adaptif dan akuntabel sehingga mampu mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memberikan apresiasi atas capaian PT PEMA yang dinilai berhasil berkembang sebagai perusahaan daerah yang mampu menghasilkan keuntungan melalui kekuatan bisnisnya sendiri tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

Menurut Gubernur, peningkatan dividen menjadi bukti bahwa langkah pembenahan yang dilakukan manajemen berada di jalur yang tepat. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan PT PEMA yang didominasi putra-putri Aceh dan dinilai mampu menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan perusahaan secara profesional.

Ke depan, PT PEMA menargetkan pertumbuhan usaha yang lebih besar pada tahun 2026 melalui optimalisasi bisnis yang telah berjalan. Strategi tersebut meliputi peningkatan nilai jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi perdagangan sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.

Selain memperkuat lini usaha yang sudah ada, perusahaan juga mulai mengembangkan sejumlah sektor baru yang dinilai memiliki prospek tinggi, seperti bisnis telekomunikasi, pembangunan fasilitas Cold Storage, pengembangan kawasan industri, serta berbagai peluang investasi strategis lainnya yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Aceh.[]

0 Komentar