
Kompleks
Masjid Al Aqsa (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Jakarta.AGN - Pemerintah Provinsi Yerusalem memberi peringatan
terkait meningkatnya rencana kelompok ekstremis Yahudi "Kuil" untuk
melakukan penyerbuan massal terbesar ke kompleks Masjid Al Aqsa selama
peringatan "Penghancuran Kuil" atau Tisha B'Av yang jatuh pada Kamis
(23/7/2026).
Dilansir dari kantor berita Palestina WAFA, pada pernyataan
yang dikeluarkan Selasa (21/7/2026) malam, pemerintah Yerusalem menyebut yang
terjadi tak lagi sekadar aktivitas yang diorganisir kelompok ekstremis,
melainkan jadi bagian dari kebijakan resmi pemerintah Israel. Tujuan dari hal
ini memaksakan realitas baru di dalam Masjid Al Aqsa serta merusak status quo
historis dan hukum yang ada.
Mengutip dari situs The Palestinian Information Center, anggota Dewan Pengawas Masjid Al-Aqsa dan seorang peneliti Yerusalem yang bernama Fakhri Abu Diab memperingatkan kelompok-kelompok ekstremis "Kuil" berusaha memperkuat kehadiran Yahudi dan memaksakan Yahudisasi Talmud di dalam Masjid Al Aqsa lewat serangan pemukim skala besar.
Kemudian pemerintah Yerusalem menekankan perkembangan
lapangan serta politik dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya kampanye
mobilisasi luas yang dipimpin kelompok "Kuil" yang bertujuan mencetak
rekor baru jumlah penyusup dengan melampaui angka tahun lalu sebanyak 4.000
penyusup dalam satu hari.
Target yang diumumkan mencapai 5.000 penyusup. Kelompok-kelompok ini secara bertahap berupaya mencapai tujuan tersebut sejak 2021.
Menurut catatan pemerintah, penyusupan terkait peristiwa itu mengalami peningkatan stabil dalam beberapa tahun terakhir dengan jumlah penyusup mencapai sekitar 2.200 pada 2022 dan 2023, meningkat jadi 3.000 pada 2024 dan kemudian jadi 4.000 pada 2025 yang menunjukkan indikasi jelas dari rencana peningkatan bertahap dengan tujuan menjadikan peristiwa tersebut sebagai musim tahunan terbesar untuk penyusupan ke Masjid Al Aqsa.
Lalu, pemerintah Yerusalem menambahkan, tanda-tanda pertama mobilisasi tahun ini muncul pada awal bulan Ibrani Av, ketika 677 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa pada tanggal 15 Juli.
Pernyataan tersebut mengatakan, mobilisasi disertai dengan eskalasi politik dan resmi juga dilakukan lewat penyelenggaraan konferensi di Masjid Al-Aqsa berjudul "Satu Dekade Perubahan Positif di Bukit Bait Suci dan 59 Tahun Penebusannya" yang dihadiri tiga menteri Israel dan tujuh anggota Knesset.
Selama konferensi, seruan secara terbuka disampaikan untuk mengubah status quo di Masjid Al-Aqsa, mengizinkan pelaksanaan ritual Talmud sepenuhnya, dan membatasi akses Muslim ke situs tersebut.
Kelompok "Kuil" juga telah menyerukan untuk mengorganisir "Pawai Kedaulatan Yerusalem" pada Rabu (22/7/2026), menjelang rencana penyerangan.
Pemerintah mengatakan hal ini merupakan pengakuan politik yang jelas atas adopsi proyek untuk memaksakan kedaulatan Israel atas Masjid Al-Aqsa, yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB dan UNESCO, yang menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa, dengan seluruh areanya seluas 144 dunum, adalah tempat ibadah Islam eksklusif.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menegaskan Masjid Al Aqsa yang luas keseluruhannya mencapai 144 dunum, adalah milik eksklusif Islam, dan semua tindakan Israel yang bertujuan mengubah identitas, karakter, atau status historis dan hukumnya adalah batal dan tidak berlaku.
Abu Diab memperingatkan bahwa pemerintah Israel dan kelompok-kelompok "Kuil"' telah mulai beralih dari Yahudisasi simbolis, termasuk penyerbuan, penodaan, dan provokasi terhadap jamaah muslim, ke rencana nyata untuk mengubah Masjid menjadi kuil dan sinagoge Yahudi dan sepenuhnya mengubah status quo di dalam situs tersebut.
Abu Diab mencatat otoritas Israel telah mengumumkan penutupan jalan di Kota Tua dan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan militerisasi Yerusalem yang diduduki menjelang peringatan tersebut, memungkinkan para pemukim ekstremis untuk melanggar kesucian situs suci Islam tersebut.
Dia menekankan peningkatan kehadiran dan ibadah warga
Palestina di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsa tetap menjadi pengamanan utama
terhadap serangan pemukim dan rencana Yahudisasi. Abu Diab juga menyerukan
seluruh warga Palestina yang bisa mencapai Masjid Al Aqsa dan sekitarnya atau
titik terdekat yang memungkinkan untuk bergerak dan berada di sana serta
memperingatkan agar tidak membiarkan Masjid tersebtu rentan terhadap pemukim
ekstremis.
Dilansir dari laman : detik.com
0 Komentar