
Foto | Sekda Kota Sabang menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Aceh beserta rombongan di Ruang Pulau Klah Kantor Walikota Sabang, rabu (8/7).
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang memperkuat koordinasi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh dalam upaya meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap keamanan obat dan produk pangan olahan di daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang bersama Kepala BBPOM Aceh beserta rombongan yang berlangsung di Ruang Pulau Klah, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan kerja Kepala BBPOM Aceh yang baru tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga pengawasan dalam memastikan produk yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan, mutu, dan kelayakan konsumsi.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai langkah koordinasi serta sinergi pengawasan obat dan makanan, termasuk upaya pendampingan terhadap pelaku usaha pangan olahan di Kota Sabang.
Sekda Kota Sabang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BBPOM Aceh terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah di Kota Sabang. Menurutnya, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk serta memperluas peluang pemasaran.
Selain agenda koordinasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari BBPOM Aceh kepada dua pelaku usaha lokal Kota Sabang, yakni Produsen Pemuda Kreatif Nusantara Kota Sabang dan Kakao Jaya Mandiri.
Pemberian sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen pelaku usaha dalam memenuhi standar produksi pangan yang aman dan berkualitas. Sertifikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan olahan yang dihasilkan oleh pelaku usaha lokal.
Pemerintah Kota Sabang berharap kolaborasi dengan BBPOM Aceh terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pengawas, dan pelaku usaha, Kota Sabang terus mendorong terciptanya ekosistem pangan yang aman, berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.[DIKK]
0 Komentar