
Foto | Santri Almujaddid Kota Sabang saat gelar kegiatan OSPM Cup
Sabang.AGN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan dayah di Kota Sabang. Dua santri Pondok Pesantren Al Mujaddid, yakni Zaid Fathir Robbani dan Syahrul Ramadhan, berhasil lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Sabang karena dinilai menjadi bukti meningkatnya kualitas pendidikan pesantren di daerah.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, Drs. Marwan, mengatakan keberhasilan kedua santri tersebut merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
Menurutnya, Pondok Pesantren Al Mujaddid telah beberapa kali mengantarkan santrinya menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, bahkan sebagian di antaranya telah menyelesaikan studi dan kembali mengabdi di Aceh.
"Alhamdulillah, tahun ini kembali ada dua santri Al Mujaddid yang diterima di Universitas Al Azhar Kairo. Ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di pesantren terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional. Sebelumnya juga sudah ada alumni yang menyelesaikan pendidikan di Mesir dan kini mengabdi di Aceh," ujar Marwan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun penguasaan ilmu agama.
Pemerintah Kota Sabang juga berharap semakin banyak generasi muda dari daerah yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri, khususnya Al Azhar Kairo yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
Menurut Marwan, keberadaan lulusan Al Azhar memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat.
Dengan bekal keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Mesir, para alumni diharapkan mampu menjadi ulama, pendidik, maupun tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Meski demikian, ia mengakui hingga saat ini Pemerintah Kota Sabang belum memiliki program pembinaan khusus bagi santri yang ingin mengikuti seleksi studi ke luar negeri. Dukungan pemerintah masih difokuskan pada pengembangan pesantren secara umum melalui berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas santri.
"Untuk pembinaan khusus menuju studi luar negeri memang belum tersedia. Namun, kami terus berupaya mendukung pengembangan pesantren melalui berbagai program agar kemampuan para santri semakin meningkat dan mampu bersaing dalam berbagai seleksi pendidikan," jelasnya.
Marwan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sabang hingga kini belum memiliki skema beasiswa khusus bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kendati demikian, pemerintah membuka peluang bagi lulusan Al Azhar untuk kembali mengabdi di Kota Sabang apabila tersedia kebutuhan tenaga pendidik maupun pembinaan keagamaan di masa mendatang.
"Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan nanti mereka dapat kembali dan berkontribusi bagi daerah. Jika ada kebutuhan tenaga pengajar atau pembinaan keagamaan di Sabang, tentu akan menjadi perhatian pemerintah. Namun apabila belum tersedia, mereka juga dapat mengabdikan ilmunya di daerah lain untuk kemaslahatan umat," pungkasnya.[DIKK]
0 Komentar