Kenduri Bubur Asyura di Sabang Fair Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

 

Foto | Kebersamaan, doa, dan kepedulian menjadi semangat yang menyatukan masyarakat dalam Pembukaan Kenduri Bubur Asyura dan Zikir Bersama di Arena Sabang Fair, Sabtu (11/7).

Sabang.AGN – Suasana kebersamaan dan nuansa religius mewarnai pembukaan Kenduri Bubur Asyura dan Zikir Bersama yang digelar di Arena Sabang Fair, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi yang sarat nilai keagamaan dan sosial.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BFLF Kota Sabang bekerja sama dengan Lanal Sabang itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sabang ke-61 Tahun 2026 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Melalui pelaksanaan kenduri tersebut, masyarakat diajak untuk memaknai Bubur Asyura bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai simbol kepedulian, berbagi, dan memperkuat hubungan antar sesama.

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah menjaga dan menghidupkan tradisi Bubur Asyura di Kota Sabang.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas karena menjadi wadah memperkuat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Tradisi Bubur Asyura bukan hanya tentang penyajian makanan, tetapi juga mengandung pesan kebersamaan, berbagi rezeki, dan mempererat hubungan sesama masyarakat. Semangat inilah yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Suradji.

Ia berharap Kenduri Bubur Asyura dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Sabang. Selain memiliki nilai religius, tradisi tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata berbasis budaya dan keagamaan.

Selain kegiatan zikir dan doa bersama, acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pelaku UMKM lokal yang menampilkan berbagai produk unggulan. Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya mendukung ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.

Pemerintah Kota Sabang menilai kegiatan budaya dan keagamaan seperti Kenduri Bubur Asyura memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah. Tradisi yang terus dijaga secara bersama diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Dengan semangat kebersamaan, doa, dan kepedulian, Kenduri Bubur Asyura diharapkan terus menjadi agenda yang mempererat hubungan masyarakat serta menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Sabang.[DIKK]

0 Komentar