
Foto | Pondok Pesantren Al Mujaddid Kota Sabang (ist)
Sabang.AGN - Dua santri Pondok Pesantren Al Mujaddid Kota Sabang berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, yang merupakan salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan menjadi rujukan pendidikan Islam dunia.
Kedua santri tersebut adalah Zaid Fathir Robbani dan Syahrul Ramadhan. Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa lulusan pesantren di daerah memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi bertaraf internasional.
Zaid Fathir Robbani mengaku sejak awal memiliki tekad merantau untuk memperdalam ilmu agama. Selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Mujaddid, ia memanfaatkan berbagai program pembelajaran untuk mengasah kemampuan bahasa Arab sekaligus memperkuat pemahaman ilmu-ilmu keislaman sebagai bekal mengikuti seleksi menuju Al Azhar.
"Saya ingin merantau untuk menuntut ilmu. Al Azhar merupakan manarotul ilmi atau mercusuar ilmu pengetahuan Islam. Saya berharap ilmu yang diperoleh di sana dapat saya bawa pulang dan bermanfaat bagi masyarakat di kampung halaman," ujar Zaid kepada Wartawan, Jum’at (17/7/2026).
Semangat serupa juga disampaikan Syahrul Ramadhan. Selama menjadi santri, ia berupaya menjaga istiqamah dalam beribadah, meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta membiasakan diri mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan akademik dan karakter.
"Saya ingin mendalami ilmu-ilmu agama di Al Azhar. Harapan saya, ilmu yang diperoleh nanti dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Syahrul.
Diketahui, Universitas Al Azhar selama ini menjadi tujuan para pelajar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, karena memiliki tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun.
Banyak ulama, akademisi, dan tokoh nasional Indonesia merupakan alumni perguruan tinggi tersebut sehingga keberhasilan dua santri Al Mujaddid Sabang ini diharapkan dapat melahirkan generasi ulama muda yang berwawasan global dan tetap berkontribusi bagi pembangunan keagamaan di daerah.
Keberhasilan Zaid Fathir Robbani dan Syahrul Ramadhan juga
menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan
akademik, penguasaan bahasa asing, serta memperkuat karakter selama menempuh
pendidikan di pesantren.
Prestasi ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam di
Kota Sabang mampu mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat
internasional.[DIKK]
0 Komentar