| Foto | Siswa Sekolah Dasar mengikuti pawai a’aruf Semarakkan Tahun Baru Islam |
PAGI itu, Kota Sabang tidak sekadar bangun dari malam yang sunyi. Ia bangkit dengan warna, dengan suara, dengan langkah-langkah kecil penuh semangat yang menyatu dalam satu irama besar, irama Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Dari sudut-sudut gampong hingga pusat kota, denyut kehidupan terasa berbeda. Anak-anak berseragam rapi, guru pendamping, orang tua, hingga masyarakat umum bergerak menuju satu titik yang sama: merayakan syiar Islam dalam bentuk pawai ta’aruf yang sarat makna.
Sejak pagi buta, jalan-jalan utama Kota Sabang mulai dipadati peserta. Spanduk warna-warni, atribut Islami, lantunan shalawat, dan wajah-wajah ceria pelajar menjadi pemandangan yang menyambut siapa pun yang melintas.
Tidak ada kesan terburu-buru, tidak ada ketegangan. Yang ada hanyalah kegembiraan yang mengalir perlahan namun pasti, seakan seluruh kota sedang merayakan satu peristiwa besar yang menyatukan hati warganya.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan kerja panjang banyak pihak. Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Syariat Islam, para guru di sekolah-sekolah, panitia pelaksana, hingga para orang tua siswa, semuanya terlibat dalam satu rangkaian persiapan yang tidak sederhana.
Koordinasi, latihan barisan, hingga persiapan kreativitas masing-masing sekolah menjadi bagian dari proses yang akhirnya bermuara pada satu perayaan penuh makna ini.
Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, yang hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan, tampak menyusuri barisan peserta dengan penuh perhatian.
Sesekali ia berhenti, tersenyum, dan memberikan apresiasi kepada kelompok pelajar yang tampil dengan penuh semangat. Kehadirannya bukan sekadar simbol pemerintahan, tetapi juga representasi kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya.
Dalam suasana penuh kebersamaan itu, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Menurutnya, apa yang disaksikan hari ini bukan hanya sekadar pawai, tetapi cerminan nyata dari keberhasilan pembinaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat Sabang.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sendiri bagaimana semangat anak-anak kita dan seluruh peserta pawai dalam menyambut Tahun Baru Islam. Ini adalah kebanggaan yang luar biasa bagi kita semua,” ungkapnya dalam suasana yang disambut antusias oleh peserta.
Namun lebih dari itu, Wakil Wali Kota menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Pawai ta’aruf bukanlah sekadar acara seremonial tahunan, melainkan sarana pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai Islam sejak usia dini.
Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kebersamaan, disiplin, kreativitas, dan yang paling penting: semangat hijrah.
Hijrah, dalam pandangannya, bukan hanya perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Perubahan yang dimaksud bukan hanya bersifat individu, tetapi juga kolektif sebagai masyarakat.
“Hijrah adalah tentang perubahan. Dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dari yang tidak disiplin menjadi disiplin. Dari yang kurang peduli menjadi lebih peduli. Inilah makna yang harus kita tanamkan kepada generasi muda kita,” ujarnya.
Di sepanjang jalur pawai, suasana semakin hidup. Barisan demi barisan peserta bergerak rapi, diiringi lantunan shalawat yang menggema dari pengeras suara. Kreativitas masing-masing sekolah terlihat jelas dalam dekorasi yang mereka tampilkan.
Ada yang mengusung tema Islami klasik, ada pula yang menampilkan pesan-pesan moral tentang akhlak dan pendidikan karakter.
| Foto | Penampilan dari SD Negeri 10 Sabang di area wisata Sabang Fair |
Anak-anak tampak menjadi pusat perhatian. Dengan wajah polos namun penuh semangat, mereka melangkah dengan bangga membawa identitas sekolah masing-masing. Di balik langkah kecil itu, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi Sabang yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia.
Para guru pendamping berjalan di sisi barisan, memastikan peserta tetap tertib dan aman. Sementara itu, para orang tua tidak henti-hentinya mengabadikan momen, merekam setiap detik yang terasa begitu berharga. Bagi mereka, ini bukan sekadar pawai, tetapi kenangan yang akan selalu diingat.
Di tengah keramaian itu, Wakil Wali Kota kembali menegaskan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Dinas Syariat Islam, panitia pelaksana, para guru, dan masyarakat dinilai telah menunjukkan sinergi yang luar biasa.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan seperti ini tidak hanya diukur dari kemeriahan, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai yang ingin disampaikan dapat terserap dengan baik oleh masyarakat, terutama generasi muda.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika kita bersatu, kita bisa menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, pawai ta’aruf terus berlangsung dengan tertib. Barisan demi barisan melintasi jalan utama Kota Sabang, disambut oleh masyarakat yang berdiri di sepanjang rute. Tepuk tangan, senyuman, dan sorakan kecil menjadi bagian dari interaksi hangat antara peserta dan penonton.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Sabang juga menaruh harapan besar terhadap momentum Tahun Baru Islam ini. Lebih dari sekadar perayaan, 1 Muharram 1448 H diharapkan menjadi titik tolak bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa semangat hijrah harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah, sosial, maupun pembangunan daerah. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam membangun Sabang yang lebih baik.
“Sabang harus terus bergerak menjadi kota yang beriman, sejahtera, dan bersatu. Dan itu hanya bisa kita capai jika kita menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai pedoman hidup,” tegasnya.
Selain pawai ta’aruf, momentum Tahun Baru Islam ini juga dirangkai dengan ceramah di Masjid Agung Babussalam. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan hijrah sebagai energi perubahan yang positif.
Ia menekankan pentingnya muhasabah diri, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga diumumkan para pemenang lomba pawai ta’aruf.
Kategori SD/MI dimenangkan oleh MIN Sabang sebagai juara pertama, disusul SDN 8 Sabang, SDN 3 Sabang, dan Harapan I SDN 6 Sabang.
Untuk tingkat SMP/MTs, MTsN Sabang keluar sebagai juara pertama, diikuti SMPN 5 Sabang, SMPN 1 Sabang, dan SMPN 9 Sabang sebagai Harapan I.
Sementara tingkat SMA/MA/SMK dimenangkan SMAN 1 Sabang, disusul MAN Sabang, SMAN 2 Sabang, dan SMA Islam Al Mujaddid sebagai Harapan I.
Pengumuman tersebut disambut dengan suka cita oleh para peserta. Sorak kemenangan dan rasa bangga terpancar dari wajah para pelajar yang telah berjuang menampilkan yang terbaik dalam pawai tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Sabang juga menyerahkan bonus kepada kafilah MTQ Aceh XXXVII Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya dengan total apresiasi sebesar Rp104 juta.
Penghargaan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an di Kota Sabang.
Menjelang akhir rangkaian kegiatan, suasana semakin hangat dan penuh makna. Wakil Wali Kota Sabang kembali menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat dapat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT
senantiasa memberikan keberkahan, kedamaian, dan perlindungan bagi kita semua,
khususnya masyarakat Kota Sabang yang kita cintai ini,” tutupnya.[ADV]

0 Komentar