Kapal Pengangkut LPG Tenggelam, Distribusi ke Sabang Tersendat

Foto | Tabung LPG di salah satu pangkalan di Sabang yang tersisa dalam jumlah terbatas setelah distribusi pasokan terhenti sementara.

Sabang.AGN – Ketersediaan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kota Sabang mulai mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu terganggunya jalur distribusi dari Banda Aceh setelah insiden tenggelamnya kapal pengangkut tabung gas di perairan Kuala Aceh akibat cuaca buruk.

Gangguan distribusi tersebut berdampak langsung pada pasokan LPG di tingkat agen dan pangkalan. Warga mulai merasakan kesulitan mendapatkan gas bersubsidi yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga maupun pelaku usaha kecil di wilayah Pulau Weh.

Muhammad Nur, agen pangkalan LPG di kawasan Ie Meulee, mengatakan pasokan terakhir yang diterima terjadi pada 6 Juni 2026. Setelah itu, distribusi terhenti total sehingga stok yang tersedia di pangkalan telah habis disalurkan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal pasokan LPG biasanya masuk setiap tiga hingga empat hari sekali dengan jumlah sekitar 50 tabung per pengiriman. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pengiriman berikutnya dapat kembali dilakukan.

Menurutnya, sejak kabar terganggunya distribusi beredar, masyarakat mulai berdatangan ke pangkalan untuk memastikan ketersediaan LPG. Namun, sebagian besar harus kembali dengan tangan kosong karena stok yang sudah kosong.

Muhammad Nur berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memulihkan kembali distribusi LPG ke Sabang. Menurutnya, gas bersubsidi merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat tergantikan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, warga Ie Meulee, Zainudin atau yang akrab disapa Pak Din, mengaku khawatir dengan kondisi kelangkaan tersebut. Ia menilai LPG merupakan kebutuhan penting untuk aktivitas rumah tangga dan usaha kecil yang dijalankan masyarakat sehari-hari.

Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah bersama DPRK Sabang untuk mencari solusi cepat agar distribusi gas dapat kembali normal, sembari menunggu pemulihan armada pengangkut LPG.

Sebelumnya, kapal pengangkut tabung LPG dilaporkan tenggelam di perairan Kuala Aceh setelah dihantam gelombang tinggi. Insiden tersebut menyebabkan ribuan tabung kosong hanyut, sehingga mengganggu rantai distribusi ke Sabang. Sebagai langkah darurat, Pertamina disebut telah meminjamkan sekitar 1.200 tabung LPG guna menjaga sementara pasokan di wilayah Pulau Weh.[PIM]

0 Komentar