Harga Cengkeh di Sabang Turun Jadi Rp105 Ribu per Kilogram, Permintaan Melemah

Foto | Cengkeh kering hasil panen petani Sabang yang saat ini dipasarkan di kisaran Rp105 ribu per kilogram.

Sabang.AGN – Harga cengkeh kering di Kota Sabang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Komoditas perkebunan tersebut kini dipasarkan di kisaran Rp105 ribu hingga Rp106 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp121 ribu per kilogram.

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan dari pembeli luar daerah serta berkurangnya volume perdagangan cengkeh di tingkat pengepul. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli di tingkat petani maupun pelaku usaha pengumpulan hasil perkebunan.

Zulfikar, salah satu pengepul cengkeh di Sabang, mengatakan bahwa penurunan harga juga sejalan dengan menurunnya jumlah hasil panen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, volume penjualan yang sebelumnya dapat mencapai sekitar sembilan ton kini hanya berada pada kisaran dua hingga tiga ton.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya perlambatan permintaan dari luar daerah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama distribusi cengkeh dari Sabang. Hal ini membuat perputaran perdagangan komoditas tersebut tidak seaktif tahun-tahun sebelumnya.

Selain cengkeh kering, harga cengkeh basah juga mengalami penyesuaian di tingkat pengepul, yakni berada pada kisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram. Sementara cengkeh yang masih bercampur tangkai dihargai lebih rendah, yakni sekitar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.

Di sisi lain, petani juga menghadapi tantangan cuaca yang relatif tidak menentu dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi. Kondisi ini berdampak pada proses pengeringan cengkeh yang menjadi lebih lama, sehingga memengaruhi kualitas dan waktu distribusi ke pasar.

Zulfikar memperkirakan puncak musim panen masih akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Ia menyebutkan bahwa perkembangan harga ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas permintaan pasar serta kondisi hasil panen di lapangan, yang saat ini masih menunjukkan fluktuasi.[PIM]

0 Komentar