Sabang, AGN – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Agung Babussalam saat puluhan jamaah haji asal Kota Sabang kembali ke daerah setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan para jamaah disambut hangat oleh keluarga, kerabat, serta jajaran Pemerintah Kota Sabang melalui prosesi peusijuek sebagai ungkapan rasa syukur dan doa keselamatan.
Sebanyak 68 jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 menjadi rombongan pertama yang tiba kembali di Kota Sabang usai menjalankan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Wajah-wajah bahagia tampak menghiasi para jamaah yang akhirnya dapat berkumpul kembali bersama keluarga setelah menjalani perjalanan spiritual yang panjang.
Mewakili Pemerintah Kota Sabang, Sekretaris Daerah Andri Nourman turut hadir menyambut kepulangan para jamaah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kembalinya seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan rukun Islam kelima.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sabang, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji asal Kota Sabang. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah kembali dengan selamat dan menunaikan rukun Islam kelima dengan baik,” ujar Andri Nourman, Rabu (17/6).
Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kesabaran yang tinggi. Oleh karena itu, keberhasilan para jamaah dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kota Sabang.
Berdasarkan data penyelenggaraan haji tahun ini, Kota Sabang memberangkatkan sebanyak 74 jamaah. Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 2 sebanyak 68 jamaah, Kloter 4 satu jamaah, Kloter 5 dua jamaah, dan Kloter 11 sebanyak tiga jamaah.
Andri juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemerintah pusat, Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Syariat Islam Kota Sabang, petugas haji, tenaga kesehatan, hingga para pendamping yang telah memberikan pelayanan kepada jamaah sejak proses keberangkatan hingga kembali ke daerah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi banyak pihak yang memastikan para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar selama berada di Tanah Suci.
Lebih lanjut, Andri berharap seluruh jamaah yang telah kembali dapat mempertahankan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji. Ia menilai pengalaman di Tanah Suci seharusnya menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, dan memperluas kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrurah. Nilai-nilai yang diperoleh selama beribadah di Tanah Suci hendaknya dapat terus dijaga dan menjadi teladan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Ia juga mengingatkan para jamaah agar tidak memaksakan diri untuk langsung beraktivitas secara normal setelah menempuh perjalanan panjang. Menurutnya, masa awal kepulangan perlu dimanfaatkan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi kesehatan agar dapat kembali menjalankan aktivitas dengan baik.
Prosesi penyambutan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji ke tanah air. Kehadiran keluarga yang telah lama menanti turut menambah suasana haru dalam momen yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah para tamu Allah SWT tersebut.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai, melindungi, dan memberkahi setiap langkah kita semua,” tutup Andri.[RED]
0 Komentar