Sabang Satukan Komitmen Jaga Laut dalam Indonesia Coral Day

 

Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan kekayaan laut Sabang, Jum'at (8/5).

Sabang.AGN - Keindahan bawah laut Pulau Weh menjadi latar penguatan komitmen pelestarian lingkungan dalam peringatan Indonesia Coral Day di Kota Sabang. 

Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama menjaga lingkungan hidup dan ekosistem terumbu karang oleh unsur pemerintah, Forkopimda, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Gampong Krueng Raya itu diinisiasi oleh Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia–Kawasan Laut, Hutan, dan Industri, serta dihadiri unsur Forkopimda, TNI/Polri, organisasi perempuan, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, komunitas penyelam, hingga nelayan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi pembersihan bawah laut di sekitar Pulau Klah sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem laut dan terumbu karang di Sabang.

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan kekayaan laut Sabang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sabang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan Indonesia Coral Day ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa kekayaan laut dan terumbu karang Sabang harus kita jaga bersama demi keberlangsungan masa depan anak cucu kita,” kata Suradji, Jumat (8/5/2026) sore.

Ia mengatakan, Sabang memiliki potensi wisata bahari yang besar dengan kawasan taman laut dan keanekaragaman biota yang menjadi daya tarik wisatawan. Karena itu, menurutnya, pelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun komunitas pemerhati lingkungan.

“Laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga identitas dan kekuatan ekonomi masyarakat Sabang. Jika ekosistem laut rusak, maka yang paling terdampak adalah masyarakat kita sendiri. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan harus terus ditanamkan sejak sekarang,” ujarnya.

Suradji juga berharap kegiatan seperti Indonesia Coral Day tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan habitat laut dari ancaman pencemaran maupun kerusakan lingkungan.

Sementara itu, panitia kegiatan menyebutkan aksi pembersihan bawah laut yang dilakukan para penyelam dan komunitas lingkungan menjadi simbol nyata kepedulian masyarakat terhadap kondisi laut Sabang. Sampah-sampah yang ditemukan di dasar laut diangkat dan dikumpulkan untuk selanjutnya dikelola secara ramah lingkungan.

Peringatan Indonesia Coral Day di Sabang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, sekaligus memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata bahari yang bersih, indah, dan berkelanjutan.[RED]

0 Komentar