Sabang.AGN – Periode libur nasional Hari Buruh yang bertepatan dengan akhir pekan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Kota Sabang. Arus wisatawan yang masuk ke Pulau Weh melalui jalur laut mengalami peningkatan signifikan, terlihat dari tingginya jumlah penumpang yang tiba dibandingkan yang meninggalkan daerah tersebut.
Foto | Aktivitas penumpang turun dari kapal di Pelabuhan Balohan, Sabang, saat libur nasional Hari Buruh 2026 yang mencatat peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Weh.
Sejak awal Mei 2026, kawasan wisata unggulan di Sabang mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Kombinasi panorama alam, pantai yang eksotis, serta beragam aktivitas wisata bahari masih menjadi magnet utama yang menarik minat wisatawan untuk menghabiskan masa liburan di kota paling barat Indonesia itu.
Lonjakan kunjungan juga tercermin dari aktivitas transportasi laut pada lintasan Banda Aceh–Sabang. Data pergerakan penumpang menunjukkan dominasi kedatangan ke Sabang, baik menggunakan kapal ro-ro maupun kapal cepat yang melayani rute penyeberangan selama masa liburan.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kota Sabang, Putra Agus Fitriadi, mengatakan tingginya jumlah penumpang yang masuk menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat berwisata ke Sabang pada momentum libur nasional tersebut.
Menurutnya, perbandingan antara jumlah penumpang datang dan berangkat menunjukkan selisih yang cukup besar. Kondisi itu menjadi gambaran bahwa Sabang masih menjadi destinasi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu libur bersama keluarga maupun kerabat.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Perhubungan Kota Sabang, sebanyak 1.184 penumpang tercatat tiba melalui kapal ro-ro pada lintasan Ulee Lheue–Balohan dalam empat kali pelayaran. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Sabang menuju Banda Aceh tercatat sebanyak 672 orang. Pada layanan kapal cepat Express Bahari yang beroperasi tiga kali perjalanan, jumlah penumpang tiba mencapai 1.246 orang, sedangkan keberangkatan tercatat sebanyak 599 orang.
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan dan penumpang yang masuk ke Sabang selama periode tersebut mencapai 2.430 orang, sedangkan penumpang yang meninggalkan Sabang sebanyak 1.271 orang. Peningkatan mobilitas ini diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha sektor penginapan, kuliner, transportasi wisata, serta usaha mikro yang bergantung pada aktivitas pariwisata.[PIM]
0 Komentar