Sabang.AGN – Di balik popularitas Pulau Rubiah sebagai surga snorkeling dan wisata bawah laut, tersimpan catatan sejarah penting yang belum banyak diketahui wisatawan.
Pulau kecil yang berada di kawasan Iboih, Kota Sabang, itu pernah menjadi lokasi karantina jamaah haji pada masa kolonial Belanda dan memiliki peran strategis dalam perjalanan ibadah umat Islam dari Nusantara menuju Tanah Suci.
Keberadaan fasilitas karantina tersebut dibangun pada awal abad ke-20 ketika pemerintah kolonial menerapkan pemeriksaan kesehatan ketat bagi jamaah haji yang berangkat maupun kembali dari Arab Saudi.
Saat itu, Pulau Rubiah dipilih karena letaknya yang terpisah dari permukiman penduduk serta dinilai ideal untuk pengawasan kesehatan para calon haji dan jamaah yang baru tiba dari luar negeri.
Sejumlah bangunan peninggalan era tersebut masih dapat ditemukan di kawasan Pulau Rubiah meski sebagian besar telah mengalami kerusakan akibat usia dan faktor alam. Sisa-sisa bangunan, fondasi, serta beberapa struktur lama menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang pernah menjadikan Sabang sebagai salah satu pintu masuk penting mobilitas manusia di kawasan Asia Tenggara.
Selain memiliki nilai sejarah, keberadaan situs karantina haji tersebut menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi. Selama ini, mayoritas wisatawan datang ke Pulau Rubiah untuk menikmati keindahan laut, sementara aspek sejarah yang dimiliki kawasan tersebut belum banyak tereksplorasi sebagai bagian dari paket wisata.
Pelaku pariwisata menilai pengembangan wisata sejarah di Pulau Rubiah dapat menjadi alternatif atraksi yang memperkaya pengalaman wisatawan. Dengan konsep interpretasi sejarah yang baik, pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai perjalanan ibadah haji masyarakat Nusantara pada masa lampau.
Keberadaan situs bersejarah tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal peran Sabang dalam sejarah pelayaran, kesehatan, dan pergerakan umat Islam di Indonesia. Apalagi, jejak karantina haji di Pulau Rubiah merupakan bagian penting dari warisan sejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sosial dan budaya bangsa.
Dengan perpaduan antara keindahan alam bahari dan nilai sejarah yang kuat, Pulau Rubiah memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah religi yang unik di Indonesia.
Upaya pelestarian dan pengemasan sejarah secara menarik diharapkan mampu menghidupkan kembali kisah yang selama ini terlupakan sekaligus memperluas daya tarik wisata Sabang di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.[PIM]

0 Komentar