Manta Ray Mulai Sering Muncul di Pulau Rubiah, Jadi Daya Tarik Baru Wisata Selam Sabang

Foto | Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penyelam dan operator wisata melaporkan semakin seringnya kemunculan ikan pari manta (manta ray) di beberapa titik penyelaman sekitar kawasan tersebut.(ist)

Sabang.AGN – Perairan Pulau Rubiah, Kota Sabang, kembali menghadirkan kejutan bagi pecinta wisata bahari. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penyelam dan operator wisata melaporkan semakin seringnya kemunculan ikan pari manta (manta ray) di beberapa titik penyelaman sekitar kawasan tersebut.

Fenomena ini menjadi kabar menggembirakan bagi pelaku wisata selam karena manta ray merupakan salah satu biota laut yang paling diminati wisatawan dan fotografer bawah laut. Kehadiran spesies berukuran besar tersebut dinilai menjadi indikator bahwa ekosistem laut di kawasan Pulau Rubiah masih berada dalam kondisi yang baik dan mendukung kehidupan berbagai satwa laut.

Dengan bentangan sayap yang dapat mencapai beberapa meter, manta ray dikenal sebagai salah satu penghuni laut yang memiliki gerakan anggun dan memukau. Meski berukuran besar, ikan ini tidak berbahaya bagi manusia karena hanya memakan plankton dan organisme kecil yang tersaring dari air laut.

Sejumlah operator diving di Sabang menyebutkan kemunculan manta ray biasanya terjadi pada kondisi cuaca dan arus laut tertentu. Momen tersebut sering dimanfaatkan penyelam untuk mengabadikan gambar maupun video karena interaksi dengan pari manta termasuk pengalaman yang cukup langka dalam aktivitas penyelaman.

Selain manta ray, kawasan Pulau Rubiah juga dikenal sebagai habitat berbagai biota laut lainnya seperti penyu, ikan napoleon, barracuda, hingga beragam jenis ikan karang yang hidup di sekitar terumbu karang. Kekayaan biodiversitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perairan Sabang terus diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pelaku wisata berharap kemunculan manta ray dapat menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata bawah laut kelas dunia. Namun demikian, wisatawan dan penyelam tetap diimbau menjaga etika saat berinteraksi dengan satwa laut agar tidak mengganggu habitat maupun perilaku alami biota tersebut.

Meningkatnya frekuensi kemunculan manta ray di sekitar Pulau Rubiah menjadi bukti bahwa kawasan konservasi laut Sabang masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, potensi wisata bahari Sabang diyakini akan terus berkembang dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia.[RED]


0 Komentar