
Foto | Pengunjung berfoto di Monumen Titik Nol Kilometer, salah satu ikon wisata paling populer di Kota Sabang.
Sabang.AGN – Kawasan Titik Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang kembali menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi wisatawan selama periode libur panjang.
Sebagai simbol geografis wilayah paling barat Indonesia, lokasi ini tetap menjadi tujuan utama para pelancong yang datang ke Pulau Weh.
Meningkatnya arus wisatawan selama masa liburan terlihat dari tingginya aktivitas pengunjung yang memadati kawasan tersebut setiap hari. Wisatawan datang tidak hanya dari berbagai daerah di Aceh, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain yang sengaja menjadikan Sabang sebagai tujuan berlibur.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Iboih, Tarmizi, mengatakan jumlah kunjungan ke kawasan Titik Nol Kilometer mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan hari-hari normal. Selama musim liburan, rata-rata ratusan wisatawan tercatat mengunjungi lokasi yang menjadi salah satu ikon nasional tersebut.
Menurutnya, setiap hari jumlah pengunjung berkisar antara 400 hingga 500 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Titik Nol Kilometer masih sangat kuat dan tetap menjadi destinasi yang selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan saat berada di Sabang.
Selain menikmati panorama alam di kawasan paling ujung barat Indonesia, para wisatawan juga memanfaatkan kesempatan untuk berfoto di monumen Titik Nol Kilometer sebagai penanda bahwa mereka telah mengunjungi salah satu landmark paling terkenal di Indonesia.
Salah seorang wisatawan asal Sumatera Utara, Angga, mengaku sengaja menyempatkan diri datang ke lokasi tersebut karena dianggap sebagai destinasi yang wajib dikunjungi ketika berada di Sabang. Baginya, berkunjung ke Pulau Weh terasa belum lengkap tanpa melihat langsung monumen yang menjadi simbol persatuan wilayah Indonesia dari titik paling barat.
Ramainya kunjungan wisatawan juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pelaku usaha kecil, pedagang suvenir, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku wisata lokal turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Kondisi ini semakin memperkuat posisi Titik Nol Kilometer sebagai salah satu penggerak utama sektor pariwisata sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Sabang.[PIM]
0 Komentar