Sidak Pasar Sabang, Harga Tomat Naik, Stok Pangan Dipastikan Aman

Pemerintah Kota Sabang bersama Forkopimda melakukan sidak ke pasar induk untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok secara umum masih stabil, meskipun terjadi kenaikan pada komoditas tomat. Sementara itu, stok pangan dipastikan tetap aman.

Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar induk, Rabu (29/4), guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Sidak yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, itu turut melibatkan Komandan Kodim 0112 Sabang, jajaran Kepolisian Resor Sabang, Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga kebutuhan pokok secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas tomat yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Di beberapa titik yang kita lakukan pengecekan, memang ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Pagi ini yang paling menonjol adalah tomat,” kata Andri di sela-sela sidak.

Ia menjelaskan, harga tomat yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pasokan serta kondisi musim panen, mengingat sebagian kebutuhan tomat di Sabang masih bergantung dari luar daerah.

Sementara itu, untuk komoditas cabai, harga relatif masih stabil. Cabai merah tercatat berada pada kisaran Rp34.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Sedangkan cabai lokal hasil panen dari wilayah Pria Laot dijual sekitar Rp33.000 per kilogram.

“Untuk cabai masih normal, belum ada lonjakan berarti. Bahkan cabai lokal dari Pria Laot masih cukup terkendali,” ujarnya.

Dalam upaya menjaga kestabilan harga, Pemerintah Kota Sabang melalui OPD terkait akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pelaksanaan operasi pasar murah jika diperlukan, sebagai bentuk intervensi untuk menekan lonjakan harga.

Selain memantau harga, sidak juga menyoroti distribusi minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita. Saat ini, pasokan mulai tersedia melalui Bulog dengan harga acuan sekitar Rp16.300 per liter. Namun di lapangan, harga jual masih bervariasi, berkisar antara Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter, tergantung jalur distribusi.

Pemerintah memastikan bahwa secara keseluruhan stok bahan pangan di Kota Sabang masih dalam kondisi aman, termasuk beras dan kebutuhan pokok lainnya.

“Mudah-mudahan dengan kondisi stok yang ada saat ini, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala. Kita akan terus lakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar,” tutup Andri.

Dengan hasil sidak tersebut, Pemerintah Kota Sabang berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.[RED]

0 Komentar