Ribuan Warga Padati Malam Festival Gampong Kuta Barat 2026, Panggung Seni dan UMKM Bergeliat

Foto | Malam puncak Festival Gampong Kuta Barat 2026 di kawasan Dermaga CT-1 BPKS Sabang, Sabtu (25/4/2026)

Sabang.AGN — Malam puncak Festival Gampong Kuta Barat 2026 di kawasan Dermaga CT-1 BPKS Sabang, Sabtu (25/4/2026), berlangsung semarak. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pagelaran seni yang menampilkan beragam kreativitas putra-putri daerah.

Suasana kawasan pelabuhan yang biasanya identik dengan aktivitas penyeberangan berubah menjadi panggung budaya terbuka. Dentuman musik, tarian tradisional, hingga penampilan band dan vokal solo silih berganti menghibur pengunjung yang memadati area acara.

Sebanyak 14 artis dan grup turut ambil bagian dalam malam seni tersebut, di antaranya Sanggar KMS Etnik, Sanggar Alhijrah, Mama Tami KBM, Petros Band, AK-04, Polres, Bayu feat KMS Rock, Olla feat Intan, Rayhan, Andi Noah, Siska, Ria Dauria, hingga Pito.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, yang turut hadir bersama masyarakat, mengaku takjub melihat potensi dan bakat yang dimiliki generasi muda di Gampong Kuta Barat.

“Saya sangat terkesan dengan penampilan para talenta lokal malam ini. Ini menunjukkan bahwa Sabang memiliki sumber daya seni dan budaya yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi acara hingga malam hari. Sorak sorai penonton yang menyambut setiap penampilan dinilai menjadi energi tersendiri bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaik mereka.

“Antusias penonton luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus berkarya dan tampil lebih baik lagi,” tambahnya.

Tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar panggung terlihat ramai diserbu pengunjung yang membeli makanan, minuman, hingga produk lokal lainnya.

Menurut Harry, kegiatan seperti ini akan terus didorong dan dikembangkan ke depan, baik dalam bentuk seni budaya, seni nasional, maupun kegiatan bernuansa religi.

“Kegiatan seperti ini akan kita ulangi ke depan. Selain menjadi ruang hiburan dan pelestarian budaya, secara otomatis juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia optimistis, keberhasilan Festival Gampong Kuta Barat 2026 dapat menjadi contoh bagi gampong lain di Kota Sabang untuk mengembangkan potensi serupa.

“Ke depan kita harapkan gampong-gampong lain juga bisa mengikuti, sehingga pariwisata berbasis masyarakat benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat luas,” katanya.

Malam festival itu pun menjadi bukti bahwa ketika seni, budaya, dan partisipasi masyarakat bertemu dalam satu ruang, tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memperkuat identitas lokal Sabang.[RED]

0 Komentar