Sabang.AGN – DPRK Sabang melalui Panitia Khusus (Pansus) I melakukan verifikasi lapangan ke Dayah Darul Mutaalimin, Aceh Besar, guna menguji efektivitas program beasiswa santri yang dibiayai melalui APBK Sabang.
Langkah ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif untuk memastikan kesesuaian antara alokasi anggaran, mekanisme penyaluran, serta dampak yang dirasakan oleh penerima manfaat.
Koordinator Pansus I, Albina Arrahman, mengatakan bahwa evaluasi tidak cukup hanya berbasis laporan administrasi, melainkan perlu dikonfirmasi langsung di lokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa beasiswa ini tidak hanya tercatat tersalurkan, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan berdampak terhadap proses belajar santri,” ujar Albina, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, dalam konteks Aceh, dayah memiliki peran strategis tidak hanya dalam pendidikan keilmuan, tetapi juga pembentukan karakter santri. Karena itu, kebijakan beasiswa harus dirancang sesuai kebutuhan riil, termasuk biaya hidup, kitab, dan dukungan pembelajaran.
Sementara itu, Ketua Pansus I, Abdul Muthalib Rahman, menyebut hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.
“Kami melihat langsung kondisi belajar, pola pembinaan, serta kebutuhan dasar santri. Dari situ akan terlihat apakah skema beasiswa saat ini sudah tepat atau perlu penyesuaian,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi tidak hanya menyasar penerima manfaat, tetapi juga mencakup sistem pendataan, mekanisme seleksi, serta pola pengawasan program agar kebijakan ke depan lebih terukur dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Pansus I juga berdialog dengan pengelola dayah dan santri asal Sabang. Sejumlah catatan mengemuka, mulai dari kebutuhan biaya penunjang hingga pentingnya keberlanjutan beasiswa bagi santri yang masih dalam masa pendidikan.
Hasil verifikasi ini akan dirumuskan dalam laporan resmi Pansus I DPRK Sabang sebagai bagian dari fungsi legislasi dan penganggaran, sekaligus dasar untuk mendorong penyempurnaan program beasiswa santri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Sabang, Irfani, S.Sos., M.M., serta Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, Drs. Marwan.[RED]

0 Komentar