Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemko Sabang Pastikan Layanan di Pelabuhan Balohan Siap Maksimal

Foto | Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, meninjau langsung Pos Pelayanan Terpadu di Pelabuhan Balohan jelang arus mudik Lebaran 2026.

Sabang.AGN - Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Sabang mulai memastikan kesiapan layanan di pintu masuk utama wilayah kepulauan tersebut. 

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, turun langsung meninjau Pos Pelayanan Terpadu di Pelabuhan Balohan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.

Dalam kunjungan tersebut, berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan fasilitas pelabuhan, dukungan layanan kesehatan, hingga ketersediaan pusat informasi bagi pemudik dan wisatawan yang akan datang ke Sabang selama periode libur Lebaran. Kamis (19/3/2026)

Suradji menegaskan, peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh unsur pelayanan benar-benar siap di lapangan. Ia ingin memastikan bahwa setiap pemudik yang datang mendapatkan layanan yang layak, aman, dan nyaman sejak pertama kali tiba di pelabuhan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari rutinitas tahunan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik. Evaluasi langsung di lapangan dinilai penting agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih dini.

Dari hasil pemantauan sementara, kesiapan Pos Pelayanan Terpadu dinilai sudah cukup optimal. Sejumlah fasilitas penunjang, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan, telah tersedia untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak para pengguna jasa transportasi laut.

Selain memastikan kesiapan sarana, Suradji juga mengingatkan seluruh petugas untuk mengutamakan pendekatan pelayanan yang ramah dan komunikatif. Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, serta sigap dalam membantu jika terjadi kendala di lapangan, termasuk potensi penumpukan penumpang atau gangguan transportasi.

Tak hanya itu, ia turut meminta seluruh pihak terkait menjaga stabilitas distribusi kebutuhan pokok selama periode mudik. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi gejolak harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan selama momentum Lebaran.[RED]

0 Komentar