Sabang dan Semangat Persatuan, Ini Penegasan Ketua DPRK

Foto | Ketua DPRK Sabang, Magdalaina

Sabang.AGN – Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, menegaskan bahwa Sabang bukan sekadar wilayah paling barat Indonesia, tetapi representasi nyata keberagaman bangsa dalam satu wilayah kepulauan. Ia menilai, identitas Sabang sebagai titik nol kilometer harus dimaknai lebih luas sebagai simbol persatuan nasional.

Menurut Magdalaina, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup harmonis di Sabang merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dirawat. Dalam pandangannya, stabilitas sosial dan toleransi menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan.

“Sabang mencerminkan wajah Indonesia dalam skala kecil. Keberagaman yang ada bukan menjadi pembeda, tetapi menjadi perekat kebersamaan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Sebagai pimpinan legislatif, ia menegaskan DPRK memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan nilai-nilai persatuan tersebut tetap terjaga. Penguatan identitas kebangsaan, kata dia, harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan pengembangan sektor pariwisata.

Kekayaan budaya dan tradisi lokal perlu dikelola secara terencana agar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Festival budaya, tradisi kuliner, hingga ekspresi seni menjadi bagian dari kekuatan daerah yang harus mendapat dukungan kebijakan.

Ia juga menyoroti posisi strategis Sabang sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, status tersebut membawa tanggung jawab besar untuk menjaga citra daerah, baik dari sisi sosial maupun lingkungan.

Dalam fungsi pengawasan, DPRK akan mendorong kebijakan yang memperkuat pelestarian budaya dan perlindungan kawasan alam. Magdalaina menilai keberagaman budaya harus menjadi modal sosial untuk memperkuat daya saing Sabang sebagai destinasi wisata dan daerah perbatasan.

Selain itu, potensi bahari dan lanskap Pulau Weh menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Sabang. Keindahan bawah laut, kawasan pantai, serta hutan tropis dinilai sebagai aset strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan demi generasi mendatang.

Magdalaina berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga toleransi dan semangat persatuan. Ia menegaskan, Sabang bukan hanya simbol geografis Indonesia, tetapi juga cerminan kuat nilai kebangsaan yang tumbuh dari keberagaman yang harmonis.[IR]

0 Komentar