DPRK Soroti Lonjakan Timbunan Sampah

Foto | Ketua DPRK Sabang, Magdalaina.

Sabang.AGNDewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang melalui Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, menyatakan dukungan terhadap langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Sabang (DLHK) yang tengah membenahi sistem pengelolaan sampah menyusul meningkatnya volume timbunan sepanjang 2025. 

Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan telah menjadi agenda strategis daerah yang membutuhkan dukungan regulasi dan penganggaran yang tepat.

Magdalaina menilai peningkatan volume sampah kurang lebih hingga 4.680 ton selama 2025, atau rata-rata 13 ton per hari, menjadi sinyal kuat bahwa sistem kumpul-angkut-buang sudah tidak memadai untuk jangka panjang. DPRK, kata dia, akan memberi perhatian terhadap kondisi ini, terutama terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin terbatas.

Ia menegaskan, fungsi pengawasan DPRK akan dioptimalkan untuk memastikan langkah rekayasa teknis di TPA Lhok Batee berjalan sesuai standar lingkungan. Selain itu, DPRK juga akan meminta laporan berkala dari DLHK terkait progres penanganan dan proyeksi daya tampung hingga 2026–2027 agar tidak terjadi kondisi darurat sampah.

Menurutnya, perubahan pola dari sekadar menimbun menjadi mengolah adalah langkah yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. “Kami di DPRK akan melihat kebutuhan anggarannya secara rasional dan memastikan program ini benar-benar efektif menekan volume residu ke TPA,” ujarnya.

Dari sisi legislasi, DPRK juga membuka peluang untuk memperkuat payung hukum pengelolaan sampah berbasis pengurangan dari sumber. Magdalaina menilai, jika 65 persen komposisi sampah Sabang merupakan organik, maka regulasi yang mendorong pemilahan dan pengolahan di tingkat rumah tangga perlu dipertimbangkan agar kebijakan tidak berhenti pada tataran wacana.

Ia menambahkan, transformasi sistem pengelolaan sampah harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat. DPRK, melalui fungsi representasi, akan mendorong sosialisasi masif hingga ke tingkat gampong, termasuk mendukung program seperti komposting, biopori, budidaya maggot, dan eco-enzyme yang dinilai mampu mengurangi beban angkut sekaligus memberi nilai ekonomi tambahan.

Magdalaina menegaskan, DPRK tidak hanya akan berperan dalam menyetujui anggaran, tetapi juga memastikan implementasi berjalan konsisten dan terukur. Dengan kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat, ia optimistis Kota Sabang dapat beralih menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.[]

0 Komentar