Pemko Sabang Siapkan 200 Hektare Bangun Kemandirian Pangan

 

Foto | Wali Kota Sabang didampingi Forkopimda di kemandirian pangan daerah lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara (Dok.Humas Pemko Sabang)

Sabang.AGN — Pemerintah Kota Sabang mulai menata langkah serius menuju kemandirian pangan daerah. Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, mengajak seluruh gampong di Kota Sabang untuk aktif memanfaatkan lahan pertanian yang tersedia guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat penanaman perdana program ketahanan pangan di lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara. Menurut Wali Kota, program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang harus dijalankan secara terintegrasi, melibatkan pemerintah daerah hingga gampong, serta mendapat dukungan unsur TNI dan Polri.

Sebagai wilayah kepulauan, Sabang dinilai masih rentan terhadap gangguan distribusi pangan akibat ketergantungan pada pasokan dari daratan. Karena itu, penguatan produksi pangan lokal menjadi kebutuhan mendesak agar daerah memiliki daya tahan menghadapi berbagai situasi, termasuk cuaca ekstrem dan kendala transportasi laut.

Dalam rangka mendukung langkah tersebut, Pemerintah Kota Sabang telah berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk menyiapkan sekitar 200 hektare lahan yang akan dimanfaatkan oleh petani dari 18 gampong di Kota Sabang.

“Kemandirian pangan bukan pilihan, tetapi keharusan. Sabang tidak boleh terus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar. Karena itu, kami mendorong pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan, dengan dukungan semua pihak,” ujar Zulkifli, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan memastikan dukungan anggaran, sarana produksi, serta infrastruktur pendukung agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal. Program ini dirancang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh gampong.

“Kesiapan pangan harus dibangun sejak sekarang. Masyarakat perlu memiliki kesadaran dan pola pikir jangka panjang, karena ketahanan pangan berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan intensif kepada kelompok tani. Pendampingan mencakup penyediaan sarana produksi, penguatan kapasitas petani, serta pendampingan teknis oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Komoditas awal yang dikembangkan adalah jagung dan padi gogo. Targetnya, minimal separuh kebutuhan pangan Sabang dapat dipenuhi dari produksi lokal. Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi,” jelas Fakri.

Dari sisi gampong, Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar bin Abdul Wahab, menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Saat ini, gampong memiliki lahan sekitar 2–2,5 hektare, dengan sekitar 1 hektare telah dimanfaatkan pada tahap awal.

“Kami optimistis program ini akan terus berkembang. Kendala teknis seperti kondisi lahan berbatu akan ditangani secara bertahap. Yang terpenting, semangat masyarakat sangat tinggi dan siap mendukung program ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujarnya.[]

0 Komentar