Pemekaran Kecamatan Seulimum Kian Terang, Seulawah Agam Selangkah Lagi Terwujud

 

Foto | Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi calon ibu kota Kecamatan Seulawah Agam di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut turut melibatkan perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai bagian dari proses verifikasi lapangan.

Aceh Besar.AGN — Penantian panjang masyarakat Kemukiman Lamteuba dan Lampanah Leungah terhadap pemekaran Kecamatan Seulimum atau pembentukan kecamatan baru Seulawah Agam kini mulai menunjukkan titik terang. Harapan yang telah lama disuarakan warga perlahan bergerak menuju tahap realisasi.

Langkah nyata dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi calon ibu kota Kecamatan Seulawah Agam di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut turut melibatkan perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai bagian dari proses verifikasi lapangan.

Bupati Aceh Besar hadir bersama perwakilan Kemendagri RI Edi Cahyo, SSTP, MAP. Turut mendampingi Anggota Komisi III DPR Aceh Eddi Shadiqin, SH, Asisten I Farhan, AP, Asisten II M. Ali, S.Sos., M.Si, Camat Seulimum, serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan bahwa upaya pembentukan Kecamatan Seulawah Agam merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama disuarakan oleh dua kemukiman tersebut.

“Kita ingin menjawab harapan dan aspirasi masyarakat Kemukiman Lamteuba dan Lampanah Leungah yang sudah terlalu lama disuarakan. Keinginan warga untuk lahirnya Kecamatan Seulawah Agam, mudah-mudahan segera terwujud. Saat ini prosesnya sedang berjalan,” ujar Muharram.

Ia menjelaskan, dari sisi persyaratan administratif maupun teknis, rencana pemekaran tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Wilayah yang diusulkan terdiri dari 13 gampong, melebihi ketentuan minimal 10 gampong. Jumlah penduduk juga telah di atas 10 ribu jiwa, serta dokumen administrasi usulan saat ini sedang dalam proses,” jelas Bupati.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI Edi Cahyo menegaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah serta kelengkapan seluruh persyaratan pembentukan kecamatan baru.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung rencana pemekaran wilayah kecamatan ini, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku. Yang paling penting, usulan ini benar-benar lahir dari aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya meliputi penerimaan dokumen resmi dari gubernur dan bupati, pemenuhan persyaratan luas wilayah, jumlah penduduk, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga penyiapan regulasi daerah.

“Setelah itu akan dilanjutkan dengan penyusunan Perda atau Qanun tentang pembentukan wilayah kecamatan baru,” tambah Edi.

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi III DPR Aceh Eddi Shadiqin, SH, yang menilai pembentukan Kecamatan Seulawah Agam sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya sangat mendukung pembentukan Kecamatan Seulawah Agam. Ini merupakan tanggung jawab moral untuk menjawab aspirasi warga. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengoptimalkan potensi daerah, mempercepat pembangunan, serta mendekatkan rentang kendali pemerintahan. Pada akhirnya, ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar politisi Partai Daerah Aceh (PDA) tersebut.

Sambutan positif juga datang dari masyarakat. Tokoh ulama Kemukiman Lamteuba, Tgk. Fauzi, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam merespons aspirasi warga.

“Bagi kami ini langkah maju dari Pemkab Aceh Besar dalam menyahuti aspirasi masyarakat. Tokoh ulama dari Mukim Lamteuba dan Mukim Lampanah Leungah telah sepakat menyerahkan penentuan lokasi ibu kota kecamatan kepada Bapak Bupati,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran langsung tim dari Kemendagri menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah.

“Belum genap setahun kepemimpinan Bupati, tim dari Mendagri sudah turun ke lapangan. Ini bukti keseriusan Pemkab Aceh Besar. Kami masyarakat Lamteuba siap membantu di lapangan jika nantinya ada kendala dalam proses pembentukan kecamatan baru ini,” pungkas Tgk. Fauzi.[Redaksi]

 

Dilansir dari laman : kanalinspirasi.com

0 Komentar