Ekowisata Penyu Jadi Perhatian DPRK Sabang dalam Agenda Pengawasan

Foto | Ketua DPRK Sabang, Magdalaina (dua dari kiri), memegang tukik penyu saat pelepasan di kawasan pesisir sebagai bentuk dukungan terhadap program konservasi penyu berbasis masyarakat (26/01)

Sabang.AGN — Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang menegaskan komitmennya dalam mengawal pengembangan ekowisata penyu sebagai bagian dari strategi konservasi laut yang terintegrasi dengan penguatan sektor pariwisata. 

Lembaga legislatif daerah itu menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada pelestarian satwa dilindungi, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing destinasi wisata Kota Sabang.

Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, menyampaikan bahwa keberadaan penyu, khususnya jenis Penyu Sisik, merupakan kekayaan hayati yang harus dijaga secara serius. Menurut dia, spesies tersebut tergolong langka dan membutuhkan perlindungan berkelanjutan agar dapat berkembang biak secara alami di perairan Sabang,Senin (26/1/2026).

Ia menekankan, DPRK memiliki fungsi legislasi dan pengawasan yang akan diarahkan untuk memastikan kawasan konservasi dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Penguatan regulasi dinilai penting agar pengembangan wisata tidak mengganggu siklus hidup penyu maupun ekosistem pesisir.

Selain aspek konservasi, DPRK juga melihat potensi ekonomi dari ekowisata berbasis edukasi. Selama ini, Sabang dikenal dengan wisata bahari seperti dolphin trip dan keindahan terumbu karang. Kehadiran pusat konservasi penyu diyakini dapat menambah variasi destinasi, sekaligus menghadirkan wisata pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan.

Magdalaina menyebut, konsep wisata edukasi konservasi telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah, seperti di Gili Trawangan, yang memadukan perlindungan penyu dengan keterlibatan masyarakat lokal. Model serupa, menurutnya, dapat diadaptasi di Sabang dengan tetap memperhatikan karakteristik lingkungan setempat.

Dalam konteks penganggaran, DPRK membuka ruang dukungan sepanjang program tersebut selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kemampuan keuangan. Jika berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), legislatif siap membahas alokasi anggaran secara proporsional dalam pembahasan APBK.

Lebih jauh, DPRK juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas konservasi, dan pelaku usaha wisata agar pengembangan ekowisata penyu berjalan terpadu. Pengawasan terhadap implementasi program akan menjadi bagian dari tugas dewan untuk memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dengan pendekatan regulatif, pengawasan yang ketat, serta dukungan anggaran yang terukur, DPRK Sabang berharap pengembangan ekowisata penyu dapat menjadi langkah strategis memperkuat citra Sabang sebagai destinasi bahari yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap konservasi laut.[IR]

0 Komentar