Sabang Dilanda Kelangkaan Elpiji, UMKM Terancam Tutup

Foto | Ist (agn)

Sabang.AGN - Setelah telur dan sejumlah komoditas lain menghilang dari pasaran, kini giliran gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 5 kilogram yang dilaporkan kosong di seluruh wilayah Kota Sabang. 

Sejak beberapa hari terakhir, warga mulai mengeluhkan kelangkaan ini karena pasokan gas benar-benar tidak tersedia di semua titik penjualan.

Indri (38), warga Sabang yang ditemui di kawasan Jalan Perdagangan sambil menenteng tabung gas kosong, mengaku sudah mencari elpiji sejak kemarin tanpa hasil. Ia menyebut kelangkaan terjadi total, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

“Sudah dari kemarin kami mencari gas ini, tapi tidak ada. Untuk ukuran 3 kg dan 5 kg sudah kosong semua di Sabang,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Keluhan serupa disampaikan Muzakir, salah satu warga yang ditemui di area pasar. Ia mengatakan lonjakan harga bahan pokok terjadi lebih dulu, seperti cabai dan telur yang bahkan sempat tak tersedia. Kini masyarakat kembali dihadapkan pada ancaman kelangkaan elpiji, yang membuat kondisi semakin berat.

“Bukan hanya cabai, telur juga naik dan barangnya tidak ada. Belum lagi sekarang gas elpiji langka. Bagaimana kami makan di rumah,” keluhnya.

Muzakir yang memiliki usaha kecil di depan rumah mengaku terpaksa menghentikan aktivitas berdagang. Selain bahan baku yang sulit dicari, harga gas yang melonjak drastis membuat biaya produksi tidak lagi sebanding dengan hasil penjualan.

“Kami buka usaha kecil-kecilan untuk hidup. Tapi sekarang terpaksa tutup. Barang langka, dan kalaupun ada harganya tidak masuk akal untuk pembeli,” jelasnya.

Sejumlah pelaku UMKM lain juga mengeluhkan kondisi serupa. Mereka menilai bahwa kelangkaan kebutuhan dasar seperti gas elpiji semakin memukul usaha kecil yang bergantung pada penjualan harian.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, makin berat bagi kami. Mayoritas masyarakat Sabang hanya hidup dari usaha kecil,” ujar salah satu pelaku UMKM.

Hasil pantauan di sejumlah titik penjualan menunjukkan kondisi yang sama. Beberapa agen yang biasanya menerima pasokan gas mengaku belum mendapat kabar kedatangan barang dari pemasok di Banda Aceh. Hingga Rabu siang, tidak ada satu pun kios yang terlihat memiliki stok elpiji.[]

0 Komentar