![]() |
| Foto | Ist |
Aceh Tamiang.AGN – PT Hutama Karya (Persero) mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan ini merupakan bagian dari fase pemulihan pascabencana melalui program kolaborasi BUMN Peduli.
Sebagaimana informasi yang disampaikan sebelumnya, Hutama Karya mendapat amanah untuk mendukung pembangunan huntara sebagai solusi tempat tinggal sementara yang layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
Secara keseluruhan, sebanyak 600 unit huntara akan dibangun oleh tujuh BUMN konstruksi. Dari jumlah tersebut, Hutama Karya bertanggung jawab membangun 120 unit huntara di atas lahan seluas 52.581 meter persegi.
Lokasi pembangunan huntara berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Huntara dirancang menggunakan metode rangka baja ringan yang memungkinkan proses pembangunan lebih cepat dan memiliki daya tahan yang baik. Material yang digunakan meliputi papan semen untuk dinding, multiplek untuk lantai, serta atap zincalume.
Setiap unit huntara memiliki luas sekitar 12 hingga 30 meter persegi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas bersama, seperti dapur umum, area cuci, mushala, serta sarana sanitasi yang memadai guna menunjang kebutuhan dasar penghuninya.
Selain membangun huntara, Hutama Karya juga berperan aktif dalam pemulihan konektivitas wilayah pascabencana. Sejumlah ruas jalan di Aceh Tamiang sebelumnya tertutup lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan kemanusiaan.
Untuk mempercepat pembukaan akses jalan, Hutama Karya mengerahkan empat unit excavator, satu unit excavator PC75, dua unit dump truck, serta satu unit tangki solar guna mendukung kelancaran operasi di lapangan.
Melansir Tempo.co, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Pada fase awal pemulihan, kami fokus memastikan jalur penghubung warga dapat kembali berfungsi. Setelah konektivitas pulih, Hutama Karya melanjutkan amanah pembangunan huntara sebagai tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat terdampak,” ujar Mardiansyah.[]
Dilansir dari laman PORTALNUSA.com

0 Komentar