Akses Darat Lumpuh, Warga Akan Dievakuasi via Laut Menggunakan KM Express Bahari 2F

 

Foto | Salah satu Armada Laut milik PT SIM yang melayani penyeberangan Sabang - Banda Aceh dan sebaliknya saat bersandar di Pelabuan Baloan Sabang (ist)

Sabang.AGN — Pemerintah Aceh bekerja sama dengan operator kapal cepat KM Express Bahari 2F menyiapkan layanan evakuasi bagi warga yang terjebak di Langsa dan Lhokseumawe akibat terputusnya akses jalan lintas darat menuju Banda Aceh. 

Layanan tersebut akan beroperasi pada Jumat, 5 Desember 2025, sebagai langkah darurat untuk memulangkan warga terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Akses jalan di beberapa titik jalur timur Aceh dilaporkan lumpuh total sejak beberapa hari terakhir, terutama di sekitar Kota Langsa dan Kota Lhokseumawe. Kondisi ini membuat banyak warga tidak dapat kembali ke Banda Aceh melalui jalur darat.

“Atas arahan Pemerintah Aceh, kami siap membantu proses evakuasi dengan mengangkut warga yang terjebak untuk dipulangkan ke Banda Aceh,” demikian keterangan resmi operator Express Bahari 2F.

Layanan evakuasi menggunakan KM Express Bahari 2F akan dilakukan dengan dua tahap keberangkatan:

  • Kuala Langsa – Krueng Geukueh
    Berangkat pukul 06.30 WIB
    Kapasitas 100 penumpang
  • Krueng Geukueh – Ulee Lheue (Banda Aceh)
    Berangkat pukul 10.30 WIB
    Kapasitas 150 penumpang

Evakuasi akan dimulai dari Pelabuhan Kuala Langsa, kemudian kapal melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Krueng Geukueh, sebelum akhirnya tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Pendaftaran penumpang dilakukan gratis dan dibuka pada Kamis, 4 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB di dua lokasi:

  • Langsa: Pos KSOP Pelabuhan Kuala Langsa
  • Lhokseumawe: Pos KSOP Pelabuhan Krueng Geukueh

Pendaftaran akan ditutup setelah kuota kapal terpenuhi. Setiap calon penumpang diwajibkan membawa KTP, mengikuti antrean secara tertib, dan pengambilan kupon tiket tidak dapat diwakilkan.

Pihak operator mengimbau calon penumpang yang telah memperoleh kupon tiket untuk hadir minimal satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Penumpang juga disarankan membawa bekal makanan selama perjalanan.

“Kami berharap proses evakuasi berjalan tertib dan lancar. Kehadiran tepat waktu sangat penting mengingat kondisi darurat dan keterbatasan kapasitas kapal,” ujar pernyataan operator.

Evakuasi melalui jalur laut ini menjadi salah satu upaya pemerintah merespons dampak banjir dan longsor di Aceh yang telah menyebabkan ribuan warga terisolasi. Selain membuka jalur laut, pemerintah daerah juga terus berupaya mempercepat perbaikan sejumlah titik jalan yang terputus agar mobilitas darat dapat kembali normal.[]

0 Komentar