Wali Nanggroe: Sabang Harus Jadi Ikon Ekonomi Maritim Aceh

 

Foto | Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dalam rangka memperkuat sinergi dan membahas arah pengembangan Sabang sebagai kawasan strategis nasional dan internasional.(Dok.Humas BPKS)

Sabang.AGN – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Senin (11/11/2025). 

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi serta membahas arah pengembangan Sabang sebagai kawasan strategis nasional dan internasional. Kehadiran Wali Nanggroe disambut langsung oleh Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, bersama jajaran pimpinan BPKS.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Kepala BPKS memaparkan sejumlah potensi besar yang dimiliki Sabang, mulai dari posisi strategis di pintu masuk Selat Malaka hingga peluang pengembangan sektor pelabuhan, perikanan, pariwisata, dan industri maritim terpadu. 

Ia juga menyampaikan bahwa BPKS tengah menjajaki kerja sama internasional dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui perusahaan Mubadala Energy, yang berencana menjadikan Sabang sebagai shorebase utama mendukung kegiatan operasional di kawasan Selat Malaka.

Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan pihak India, yang menunjukkan minat besar menjalin kerja sama bisnis strategis dalam mendukung pengembangan wilayah Andaman Nikobar. 

“Sabang memiliki potensi sangat besar untuk menjadi simpul ekonomi dan logistik di jalur perdagangan internasional. Keunggulan geografis ini harus dijaga dengan tata kelola yang efisien dan terbuka bagi investasi global,” ujar Iskandar Zulkarnaen.

Sementara itu, Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud menegaskan bahwa Sabang wajib maju dan berkembang sebagai kawasan unggulan Aceh. Ia menyebut, Sabang merupakan pulau yang paling lengkap potensi ekonominya, mulai dari sektor perikanan, wisata, hingga pelabuhan. 

“Bila dikelola secara konsisten dan profesional, Sabang bisa menjadi ikon ekonomi maritim Aceh,” tegasnya.

Namun, Wali Nanggroe juga menyoroti adanya benturan regulasi dan ego sektoral antarinstansi yang selama ini menghambat percepatan pembangunan Sabang. Menurutnya, banyak kebijakan dari instansi vertikal yang tidak sejalan dengan semangat otonomi khusus Aceh serta kewenangan yang dimiliki BPKS. 

“Kalau tidak ada kesamaan visi, Sabang akan terus tertahan oleh aturan-aturan yang saling berbenturan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe turut mendorong perubahan pola pikir dunia usaha di Aceh. Ia menilai, pengusaha Aceh perlu mengubah orientasi dari sekadar kontraktor menjadi pelaku perdagangan dan investasi aktif. 

“Jiwa saudagar harus dibangkitkan kembali. Pemerintah juga perlu memberi kemudahan akses modal usaha bagi para pengusaha lokal,” ujar Tgk. Malik Mahmud.

Menanggapi hal itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor serta mempercepat realisasi investasi di Sabang. 

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan arahan Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. BPKS akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar Sabang benar-benar berfungsi sebagai kawasan perdagangan bebas yang sesungguhnya,” tutupnya.[]

0 Komentar