Sabang di Garda Terdepan: Pemerintah Hadir Aktif Bangun Pariwisata Perbatasan

 

Foto | Kegiatan Pengembangan Pariwisata di Daerah Perbatasan RI, bersama kementerian Pekerjaan Umum, PNPP dan Kementerian Pariwisata RI. (Ist)

Sabang.AGN – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun dan memperkuat sektor pariwisata di wilayah perbatasan, termasuk di Kota Sabang yang dikenal sebagai salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upaya ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga berperan penting dalam memperkokoh kedaulatan bangsa serta mempererat hubungan diplomatik dengan negara tetangga. Dalam pelaksanaannya, pemerintah berkolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menjelaskan bahwa pemerintah hadir secara aktif melalui tiga peran utama dalam pembangunan pariwisata daerah perbatasan, yaitu sebagai regulator, fasilitator, dan dinamisator.

“Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan pariwisata di wilayah perbatasan tidak hanya sekadar membangun destinasi, tetapi juga menghadirkan negara melalui kesejahteraan masyarakat dan keterhubungan antarbangsa,” ujar Harry, Minggu (2/11/2025).

Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian PUPR dan BNPP telah mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas jalan, sarana transportasi, serta fasilitas umum di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Selain itu, peningkatan konektivitas transportasi laut juga menjadi prioritas utama. Pemerintah menyediakan kapal perintis, kapal cepat, hingga perahu motor tempel untuk mempermudah akses wisatawan menuju destinasi unggulan di Sabang dan pulau-pulau sekitarnya.

“Pendekatan yang kami lakukan bukan lagi sekadar mass tourism, tetapi mengarah pada quality tourism yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Itu yang tengah digalakkan pemerintah,” tambah Harry.

Dari sisi kebijakan, pemerintah memperkuat kerangka hukum dalam pengelolaan pariwisata, serta mendorong program Cross-Border Tourism yang membuka peluang kerja sama lintas negara dalam pengembangan destinasi wisata.

Tak hanya memperkuat kebijakan dan infrastruktur, pemerintah juga aktif melakukan promosi pariwisata perbatasan melalui berbagai media dan forum internasional. Potensi wisata bahari, budaya, dan alam Sabang dipromosikan sebagai bagian dari strategi branding nasional bertajuk “Beranda Indonesia”, yang menempatkan Sabang sebagai simbol keramahan dan kemajuan bangsa di ujung barat nusantara.

Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal, pemerintah menggandeng masyarakat dan pelaku usaha melalui pelatihan sumber daya manusia (SDM) di bidang pemanduan wisata, kuliner, serta pengelolaan desa wisata. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Pemerintah turut membuka peluang bagi investor dan akademisi untuk berkolaborasi dalam pengembangan potensi wisata di kawasan perbatasan, guna menciptakan kemitraan multipihak yang produktif dan inklusif.

“Kemitraan multipihak menjadi kunci. Kita ingin pembangunan pariwisata di Sabang tidak hanya top-down, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat,” tegas Harry.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah berharap wilayah perbatasan seperti Sabang dapat menjadi simbol nyata kehadiran negara bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, diplomasi, dan kebanggaan nasional.

“Sabang adalah pintu pertama bagi banyak wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia. Maka wajah pariwisata di sini harus mencerminkan kemajuan, keramahan, dan identitas bangsa,” tutup Harry.[Ardha]

0 Komentar