Foto | Kawasan Sabang Fair salah satu RTH yang paling sering digunakan untuk berolahraga dan pelaksanaan Event (Dok acehglobalnews.id)
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang terus menunjukkan keseriusan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Melalui program perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Sabang kini bergerak menuju kota wisata berkelanjutan yang hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.
Berdasarkan Keputusan Wali Kota Sabang Nomor 600.4/757/2023, total luas kawasan RTH di Kota Sabang mencapai 7.380,34 hektare. Kawasan ini mencakup berbagai fungsi ekologis dan sosial, mulai dari taman kota, jalur hijau, kawasan wisata alam hingga hutan lindung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang, Faisal, S.T., M.T.P., menyampaikan bahwa program penghijauan terus dijalankan secara bertahap di berbagai titik strategis. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Sabang dalam mendukung target nasional, yakni 20 persen RTH publik di setiap kota.
“Kami memilih taman kota dan median jalan utama karena mudah dijangkau warga dan wisatawan. Pohon yang ditanam bukan hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga menyejukkan udara dan menjaga keseimbangan iklim mikro di perkotaan,” kata Faisal, Minggu (9/11/2025).
Sejauh ini, DLHK Sabang telah menanam lebih dari dua ribu batang pohon di berbagai area publik, termasuk taman kota, median jalan, dan kawasan pesisir. Jenis tanaman yang digunakan antara lain mahoni, jeumpa, seulanga, serta mangrove untuk melindungi pantai dari ancaman abrasi.
Pemerintah juga telah menyiapkan kebun bibit tanaman hias lokal sebagai upaya menjaga ketersediaan pohon dan tanaman hias agar program penghijauan tetap berkelanjutan.
Meski progres berjalan positif, Faisal mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya keterbatasan lahan, khususnya di kawasan wisata dan permukiman padat penduduk. Karena itu, DLHK terus menggalang kolaborasi masyarakat agar ikut menjaga taman-taman kota yang sudah dibangun.
“Selain fungsi estetika, RTH punya peran besar dalam mitigasi bencana, terutama di wilayah pantai. Karena itu, kami mendorong partisipasi masyarakat agar ikut menjaga taman dan pohon yang sudah ditanam,” tambahnya.
Keberadaan ruang terbuka hijau di Sabang kini tidak hanya sekadar paru-paru kota, tetapi juga menjadi ruang sosial dan destinasi wisata baru. Sejumlah kawasan seperti Sabang Fair, Pantai Kasih, Taman Digital, dan Tugu Sabang–Merauke, kini ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal yang ingin bersantai dan berfoto.
Selain memperindah wajah kota, taman-taman tersebut juga berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan.
Program penguatan RTH yang digagas DLHK Sabang menjadi salah satu pondasi pembangunan kota wisata berwawasan lingkungan. Upaya ini juga menunjukkan arah kebijakan Pemko Sabang yang berpijak pada keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan kelestarian alam.
Pemerintah menargetkan agar luas RTH publik dapat terus meningkat hingga mencapai 20 persen dari total wilayah kota, sesuai amanat regulasi nasional.
“Pada prinsipnya, kami ingin Sabang tidak hanya dikenal
karena laut dan pantainya, tetapi juga karena hijaunya kota serta kesadaran
masyarakatnya dalam menjaga lingkungan,” tutup Faisal.[]
0 Komentar