PDAM Tirta Daroy Diperkirakan Stop Operasi dalam Sepekan Jika Jalur Medan–Banda Aceh Tak Pulih

 
Foto | Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy, T. Novizal Aiyub (ist)

Banda Aceh, AGN – Perumdam (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh berada dalam kondisi kritis dan terancam berhenti beroperasi dalam waktu maksimal satu minggu jika jalur Medan–Banda Aceh tidak segera terbuka pascalongsor dan banjir yang melumpuhkan akses distribusi logistik.

Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy, T. Novizal Aiyub (Ampon Yub), menyampaikan bahwa pihaknya hanya memiliki stok PAC (Poly Aluminium Chloride) untuk kebutuhan produksi air bersih selama tujuh hari ke depan.

Kalau dalam seminggu ke depan tidak ada jalur alternatif Medan–Banda Aceh maka hampir bisa dipastikan Perumdam Tirta Daroy berhenti operasi,” tegas Ampon Yub, Sabtu (29/11).

PAC adalah bahan kimia vital dalam proses pengolahan air di IPA Tirta Daroy. Seluruh pasokan didatangkan dari Medan, sehingga terputusnya akses jalur Medan–Banda Aceh berpengaruh langsung terhadap kelangsungan operasional perusahaan air minum daerah ini.

Jika operasional terhenti, maka lebih dari 55.000 sambungan rumah (SR) di Banda Aceh dan sekitarnya akan kehilangan suplai air bersih. Tirta Daroy selama ini mendistribusikan 1,3 juta meter kubik air per bulan, atau 43.000 meter kubik per hari, untuk kebutuhan warga.

“Ini tentu akan menambah derita masyarakat di tengah bencana yang sedang berlangsung,” ujar Ampon Yub.

Saat ini Perumdam Tirta Daroy masih bertahan “setengah hidup” dengan mengandalkan genset, karena suplai listrik PLN belum stabil sejak bencana melanda. Tingkat kekeruhan air baku juga masih tinggi, namun proses produksi masih dapat dipertahankan.

“Kondisi air baku belum stabil, tapi setidaknya masih bisa operasi,” ungkapnya.

Perumdam Tirta Daroy berharap pemerintah pusat dan daerah segera menyiapkan jalur alternatif distribusi logistik, terutama dari arah Medan, agar suplai bahan kimia dapat sampai tepat waktu dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak lumpuh.[]

0 Komentar