Sabang.AGN – Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, yang mendorong penguatan pembinaan serta digitalisasi bagi para perajin di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.
Kepada wartawan acehglobalnews.id, Harry mengatakan bahwa arahan yang disampaikan Ketua Dekranasda Aceh tersebut sangat sejalan dengan visi pariwisata Sabang yang menekankan pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya membina perajin, tetapi juga membuka peluang besar untuk menjadikan produk kerajinan sebagai bagian dari daya tarik wisata daerah,” ujarnya Harry saat kepada acehglobalnews.id, Senin (10/11/2025).
Harry menilai dorongan digitalisasi yang disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh merupakan langkah strategis yang perlu segera diterapkan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama Dekranasda Kota Sabang kini tengah mengembangkan platform promosi digital yang menampilkan produk-produk kriya unggulan daerah.
“Pemasaran digital membuat produk kita bisa menembus pasar lebih luas. Wisatawan kini mencari oleh-oleh khas melalui media sosial dan marketplace, jadi penting bagi perajin untuk hadir di sana,” kata Harry.
Menurutnya, sinergi antara sektor pariwisata dan Dekranasda merupakan kunci penggerak ekonomi lokal. Produk khas Sabang seperti anyaman pandan laut dan batik motif Pulau Weh saat ini tengah dipersiapkan untuk dipasarkan secara daring guna memperluas jangkauan promosi.
“Kami berharap dorongan dari Ketua Dekranasda Aceh bisa menjadi motivasi bagi seluruh daerah agar lebih kreatif dan berani tampil di dunia digital,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir dalam siaran pers-nya menegaskan pentingnya peran aktif Dekranasda kabupaten dan kota dalam membina dan memajukan perajin daerah. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus berinovasi memperluas pasar produk melalui jalur digital.
“Pemasaran di dunia daring harus terus kita dorong agar produk perajin kita dikenal lebih luas. Produk kita kaya motif, dan itu keunggulan yang harus kita tonjolkan,” tegas Marlina.
Dalam kegiatan tersebut, Marlina juga menampilkan peragaan busana kriya Aceh yang diperagakan langsung oleh para Ketua Dekranasda kabupaten dan kota se-Aceh. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cara efektif memperkenalkan ragam motif khas Aceh kepada publik.
“Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat nusantara bahwa motif Aceh bukan hanya Pintoe Aceh dan Pucok Reubong, tapi jauh lebih beragam dan bernilai seni tinggi,” ungkapnya.
Rapat Koordinasi (Rakor) tahun ini mengusung tema “Peran Dekranasda Aceh dalam Rangka Memakmurkan Perajin”, yang turut diwujudkan melalui kegiatan Pameran Kriya Dekranasda di UMKM Center Bank Aceh, kawasan Lampineung, Banda Aceh. Marlina berharap lokasi yang lebih terbuka ini dapat menarik minat masyarakat untuk datang dan membeli produk-produk UMKM binaan Dekranasda.[Ardha]

0 Komentar