Iboih, Nadi Ekonomi Warga Sabang

Foto | Aktivitas penyewaan alat snorkling, yang dikelola langsung oleh masyarakat. Hal ini menjadikan jasa sewa peralatan snorkling, menjadi salah satu peningkatan ekonomi masyarakat. (Foto: Ist)

Sabang.AGN – Dikelilingi lautan biru nan jernih, wisata bahari menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kota Sabang. Hampir setiap warga di kawasan ini merasakan langsung manfaat geliat sektor wisata, terutama di destinasi andalan Pantai Iboih.

Setiap akhir pekan dan musim liburan panjang, Pantai Iboih dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati keindahan bawah laut Pulau Weh. Aktivitas snorkeling dan diving menjadi daya tarik utama, di samping panorama laut yang memesona.

Salah seorang pemandu wisata di Iboih, Suhelmi, mengatakan bahwa wisata bahari kini menjadi tumpuan utama kehidupan masyarakat sekitar. “Hampir semua warga di sini terlibat dalam kegiatan wisata — ada yang jadi pemandu, pemilik boat, penyewa alat snorkeling, atau penyedia jasa diving,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Menurut Suhelmi, momen libur panjang seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran menjadi masa panen bagi pelaku wisata. Jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang per hari, sehingga pendapatan warga melonjak signifikan.
“Kalau akhir pekan dan libur panjang, omset kami bisa tembus Rp1 juta per hari. Tapi kalau hari biasa, sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” tambahnya.

Untuk aktivitas diving, wisatawan dikenakan tarif sekitar Rp500 ribu per orang tanpa kamera. Jika ingin menambah dokumentasi bawah laut, cukup menambah Rp200 ribu untuk sewa kamera.
Sedangkan jasa pemandu snorkeling dibanderol Rp200 ribu selama empat jam, dengan kapasitas maksimal tujuh orang tamu. Sementara penyewaan alat snorkeling lengkap—kacamata, kaki bebek, dan pelampung—dikenakan Rp50 ribu per set.

Penyewaan perahu juga menjadi bagian penting dalam menunjang wisata bahari di Iboih. Wisatawan dapat memilih perahu kayu, perahu kaca (glass boat), atau speed boat untuk menyeberang ke Pulau Rubiah.
“Harga sewa bervariasi tergantung rute dan kapasitas. Untuk ke Pulau Rubiah biasanya Rp200 ribu sampai Rp400 ribu per perahu. Boat kaca paling diminati wisatawan yang tak bisa berenang karena bisa melihat karang dan ikan langsung dari bawah perahu,” jelas Suhelmi.

Saat ini, di Desa Iboih terdapat hampir seratus unit usaha penyewaan alat snorkeling dan jasa wisata laut yang aktif beroperasi setiap hari. Sebagian besar dikelola langsung oleh masyarakat setempat yang telah berpengalaman melayani wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Dengan pesona alam bawah laut yang menakjubkan serta keterlibatan masyarakat yang tinggi, wisata bahari Iboih terbukti menjadi sektor unggulan yang menggerakkan roda ekonomi lokal di Kota Sabang.[Ardha]

0 Komentar