
Foto | Sunset di Ujung Ba'U dari teluk Sabang
KOTA Sabang kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu
pulau dengan spot wisata terbaik. Tak hanya menawarkan keelokan bahari dan
bawah laut yang selama ini menjadi magnet utama wisatawan, Pemerintah Kota
Sabang kini memperluas fokus pengembangan dengan memperkenalkan empat spot
wisata yang terletak di tengah kota.
Upaya ini menjadi strategi baru untuk meningkatkan jumlah kunjungan, sekaligus menghidupkan kembali denyut wisata perkotaan yang sempat meredup pascapandemi.
Empat spot tersebut Pantai Kasih, Pantai Tapak Gajah, Pantai Paradiso, serta Kawasan Sabang Fair dipilih bukan tanpa alasan. Semuanya memiliki aksesibilitas terbaik, dekat dengan pusat kota, menyediakan fasilitas memadai, dan menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda satu sama lain.
Di antara deretan objek wisata Sabang yang terkenal dengan panorama laut dan titik penyelaman kelas dunia, kehadiran empat spot ini memberikan warna baru bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Sabang yang lebih santai, mudah dijangkau, dan tetap penuh pesona.
“Promosi spot wisata di tengah kota ini merupakan bagian dari strategi untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Keempat lokasi tersebut memiliki keunggulan dari segi akses, fasilitas, dan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Pantai Tapak Gajah
Di antara empat spot yang kini gencar diperkenalkan, Pantai
Tapak Gajah memiliki kisah panjang yang selalu mengundang rasa penasaran.
Berlokasi di Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, pantai ini bukan hanya
menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga legenda lokal yang kuat melekat.

Foto | Pantai Tapak Gajah Sabang yang berada di sekitar pusat kota
Nama Tapak Gajah mengacu pada kisah rakyat tentang raksasa
Gajah Mina yang dipercaya meninggalkan jejak kaki besar di kawasan tersebut.
Bahkan, sebuah prasasti berbentuk telapak kaki gajah pernah ditemukan di Desa
Ie Meulee pada masa lampau. Legenda itu menjadi magnet tersendiri, terutama
bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan cerita rakyat Sabang.
Bagi warga Sabang yang tumbuh pada era 1990-an, Pantai Tapak Gajah adalah tempat rekreasi keluarga yang populer. Pantai ini dikenal memiliki karakter unik berupa gugusan batu di sisi kanan dan kiri pantai, yang membentuk semacam kolam alami. Ombaknya cenderung tenang, sehingga aman bagi anak-anak untuk berenang maupun berendam.
Namun perjalanan Tapak Gajah sempat tersendat. Pada 2010, akses menuju pantai terpaksa ditutup karena jalur masuk utamanya berada di atas tanah milik masyarakat setempat. Penutupan ini membuat kawasan pantai vakum dari aktivitas wisata selama beberapa tahun.
Barulah pada 2023, Pantai Tapak Gajah kembali dibuka untuk umum. Bahkan, kawasan ini kini hadir dengan wajah baru. Beragam fasilitas seperti penginapan, kafe, dan area camping ground mulai bermunculan. Kehadiran fasilitas ini bukan hanya memanjakan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Dengan ragam potensi yang dimiliki, Dinas Pariwisata Sabang menilai Pantai Tapak Gajah layak menjadi ikon wisata keluarga yang mudah dijangkau. Apalagi lokasinya berada sangat dekat dengan pusat kota, sehingga cocok untuk wisatawan yang menginginkan pengalaman alam tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Pantai Kasih: Hamparan Pasir Putih dan Pecinta Sunset
Tak jauh dari Tapak Gajah, hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki, terdapat Pantai Kasih. Pantai ini berada di Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya. Jika Tapak Gajah dikenal dengan legenda dan suasana tenang, Pantai Kasih menyuguhkan pesona khas pantai berpasir putih dengan panorama laut lepas Samudra Hindia yang terbentang tanpa batas.
| Foto | Penampakan Sunset dari Pantai Kasih Sabang |
Pantai Kasih sangat digemari wisatawan pada pagi dan sore hari. Sinar matahari pagi yang lembut menjadi waktu favorit untuk berjalan menyusuri pantai, sementara sore hari menghadirkan keteduhan dan warna langit jingga yang menjadi ciri khas kawasan ini.
Selain panorama, lokasi ini juga kerap menjadi arena olahraga layar seperti surfing, terutama pada musim tertentu ketika angin dan ombak berada dalam kondisi ideal.
Seiring perkembangan wisata kota, kawasan Pantai Kasih kini mulai dipadati berbagai kafe dan warung makan. Menu utama yang paling populer di kalangan wisatawan adalah ikan bakar, yang dinikmati ditemani hembusan angin laut.
Di sepanjang perjalanan dari Pantai Kasih menuju Pantai Paradiso, deretan homestay dan warung kopi tumbuh pesat. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan favorit wisatawan backpacker maupun pengunjung reguler yang ingin menikmati Sabang lebih lama.
![]() |
| Foto | Pantai Kasih Sabang |
Pantai Paradiso: “Senja” yang Tak Pernah Sepi
Pantai berikutnya yang mempertegas pesona wisata tengah kota Sabang adalah Pantai Paradiso. Namanya saja sudah menggambarkan keindahan yang ditawarkan: Paradiso, plesetan dari kata Paradise.
Berada di kawasan yang sama dengan Pantai Kasih, pantai ini sering dijuluki sebagai “surga senja” oleh warga lokal. Jika pada pagi dan siang hari pantai ini tampak biasa saja, suasana berubah drastis saat matahari mulai turun ke ufuk barat.
Langit jingga keemasan yang memudar perlahan menjadi ungu temaram menciptakan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain. Bagi pemburu sunset, Pantai Paradiso adalah lokasi terbaik di tengah kota Sabang.
![]() |
| Foto | Suasana pada sore hari di kawasan Paradiso Sabang |
Tak hanya menawarkan keindahan alam, Paradiso juga menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan. Deretan kafe, warung kopi, serta jajanan rakyat memenuhi sisi jalan, menciptakan suasana meriah yang semakin hidup menjelang malam.
Kunjungan tertinggi tercatat pada pukul 17.30 hingga 23.30 WIB. Pada momen tertentu seperti hari libur nasional, malam lebaran, atau pergantian tahun, kawasan ini bahkan tetap ramai hingga pukul 01.00 dini hari.
Seorang pengunjung, Abeng, mengaku menjadikan Pantai
Paradiso sebagai tujuan wajib setiap minggu.
“Hampir tiap minggu saya ke mari. Kadang dengan keluarga, kadang dengan kawan-kawan. Lokasi ini cocok untuk istirahat sore sambil menikmati sunset,” ujarnya.
Meski begitu, Abeng menilai beberapa fasilitas publik masih membutuhkan pembenahan. Ia berharap area parkir dapat ditata lebih baik dan gerobak penjual dapat diatur agar kawasan terlihat lebih rapi dan nyaman.
Suara seperti ini menjadi masukan penting bagi Dinas
Pariwisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas wisata, terlebih
karena Pantai Paradiso semakin sering menjadi etalase wisata perkotaan Sabang.

Foto | Sunset di Panatai Paradiso Sabang
Sabang Fair: Ruang Publik Serbaguna
Jika Pantai Paradiso adalah surga pencinta senja, Kawasan Sabang Fair adalah ruang publik serbaguna yang hidup sepanjang hari. Berlokasi di Gampong Kuta Barat, Sabang Fair menjadi tujuan wisata keluarga, arena olahraga ringan, pusat jajanan rakyat, hingga area berkumpul bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Sabang Fair dikenal luas melalui ajang Festival Sabang Fair, sebuah event budaya besar yang dulunya menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Sabang. Festival ini bukan hanya menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga menghadirkan anjungan kabupaten/kota se-Aceh yang berkumpul menampilkan ciri khas daerah masing-masing.
Namun dalam lima tahun terakhir, festival tersebut terhenti karena berbagai faktor. Meski demikian, kawasan Sabang Fair tetap menjadi magnet bagi warga dan wisatawan berkat suasana terbuka dan fasilitas pendukung yang terus diperbaiki.
![]() |
| Foto | Rutinitas Pedagang dan Konsumen sore di kawasan wisata Sabang Fair |
Dari Sabang Fair, wisatawan dapat menikmati keindahan langit sore sambil mencicipi jajanan khas Aceh. Pada malam hari, tempat ini menjadi ruang publik yang ramah bagi keluarga dan anak muda yang ingin menikmati suasana kota.
Selain itu, Sabang Fair kerap menjadi lokasi penyelenggaraan acara besar seperti panggung hiburan, konser musik, olahraga bersama, hingga kegiatan komunitas.
Kabar baiknya, Festival Sabang Fair akhirnya akan kembali digelar. “Insya Allah tahun 2026 nanti, Festival Sabang Fair akan kita hidupkan kembali. Ini sudah masuk dalam program Pemerintah Kota Sabang,” kata Kadis Pariwisata Harry Susethia.
Ia memastikan bahwa festival tahun 2026 akan dikemas lebih meriah dari sebelumnya. Sejumlah pertemuan lintas sektor telah dilakukan, termasuk koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota se-Aceh untuk memastikan partisipasi aktif mereka dalam event besar tersebut.
Kembalinya Festival Sabang Fair diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan wisata kota serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
![]() |
| Foto | Seorang nelayan terlihat sedang memancing dari pinggiran pantai tepat didepan kawasan Sabang Fair |
Konektivitas, Fasilitas, dan Ekonomi Kreatif Jadi Kekuatan Baru
Empat spot wisata tengah kota ini memiliki satu kesamaan penting: akses mudah dan fasilitas memadai. Konektivitas yang baik ini menjadi keunggulan Sabang dalam menata wisata perkotaan. Semua lokasi dapat dijangkau dalam hitungan menit dari pusat kota, sehingga sangat ideal bagi wisatawan yang datang dengan waktu terbatas.
Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif juga terlihat dari semakin banyaknya kafe, warung kopi, homestay, hingga restoran kecil yang tumbuh di sekitar wilayah tersebut. Kehadiran usaha kecil ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal.
Dengan semakin terkonsolidasinya promosi pariwisata melalui empat spot unggulan ini, Sabang kini bukan hanya destinasi bahari, tetapi juga kota wisata yang hidup dari pagi hingga malam.[ADV]





0 Komentar