Datsun Legend

 

Foto | Irwan Mahdi FB

Oleh : Bang Iwan Bule

Sebelum hadirnya Space Wagon, L300, Kijang kapsul, bahkan sebelum bus sekolah menjadi andalan, Sabang pernah punya satu idola jalanan: Datsun. Empat dekade berlalu, sang legenda ini masih setia mengantar anak sekolah, ibu-ibu pedagang, hingga penumpang dari wilayah barat Kota Sabang menuju pusat pasar. Usianya boleh tua, tetapi jasanya belum pudar.

Datsun adalah merek dagang milik Nissan yang diproduksi khusus untuk pasar ekspor sejak 1958 hingga 1986, sebelum akhirnya “dihidupkan kembali” tahun 2013 sebagai mobil murah meriah. 

Pada periode pertamanya ada dua tipe Datsun yang banyak dikenal: sedan dan pick-up. Di Sabang, jenis pick-up-lah yang mendominasi. Mobil mungil tangguh ini menjadi tulang punggung kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama untuk urusan air bersih sesuatu yang dulu sangat terbatas karena belum adanya sistem distribusi air seperti sekarang.

Pada bagian bak Datsun pick-up, biasanya terpasang sebuah tangki besi berbentuk kubus. Tangki itu diisi air dari Bron dan diangkut berkeliling kota untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia bukan sekadar kendaraan, melainkan penyelamat hari-hari masyarakat Sabang.

Foto | Irwan Mahdi FB

Ketangguhan Datsun membuatnya semakin disukai. Sederhana, mudah direparasi, dan “bandel” inilah trinitas yang membuatnya cepat beradaptasi di Sabang. Tak heran jika kemudian Datsun dimodifikasi dengan memasang tempat duduk kayu bergaya labi-labi dan sebuah atap, menjadikannya moda transportasi penumpang yang akrab bagi warga.

Kini, hanya segelintir saja yang masih beroperasi. Sebagian besar penduduk sudah memiliki sepeda motor, dan pilihan transportasi semakin beragam. Namun di beberapa sudut kota, suara mesin Datsun tua masih terdengar, mengajak kita bernostalgia pada masa ketika segala sesuatu terasa lebih sederhana.

Jadi, kalau suatu hari Anda merasa jenuh dengan hiruk-pikuk kendaraan modern, cobalah sekali-sekali naik Datsun jadul yang legendaris ini. Rasakan kembali sensasi perjalanan pelan tapi pasti dan mungkin, Anda akan menemukan bahwa sebagian kenangan Sabang masih hidup di atas bak kayu Datsun itu.[]

0 Komentar