
Foto | Ilustrasi
pembajakan kapal.
EYL.AGN — Sebuah kapal tanker pembawa bahan bakar
diserang oleh kelompok bajak laut bersenjata di lepas pantai Somalia, Kamis
(6/11/2025). Para perompak melepaskan tembakan senapan mesin dan granat
berpeluncur roket (RPG) sebelum berhasil naik ke atas kapal. Perusahaan
pelayaran asal Yunani, Latsco Marine Management, mengonfirmasi bahwa kapal
mereka bernama Hellas Aphrodite menjadi sasaran serangan tersebut.
“Kapal kami, Hellas Aphrodite, mengalami insiden keamanan
pada dini hari Kamis,” kata perusahaan itu dalam pernyataannya.
Diketahui, kapal tersebut tengah berlayar dari Sikka, India
menuju Durban, Afrika Selatan.
Menurut situs pelacakan kapal Vesselfinder.com, Hellas
Aphrodite adalah kapal tanker minyak dan bahan kimia berbendera Malta, dengan
panjang 183 meter dan lebar 32 meter, dibangun pada tahun 2016.
Awak kapal berlindung di ruang aman
Pejabat dari perusahaan keamanan maritim Diaplous mengatakan, seluruh kru berhasil berlindung di dalam “citadel”, yaitu ruang aman yang diperkuat di dalam kapal, dan masih berada di sana hingga situasi dinyatakan aman.
“Seluruh 24 awak kapal dalam keadaan
selamat dan dapat dihubungi. Kami tetap berkoordinasi erat dengan mereka,”
demikian pernyataan perusahaan. Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade
Operations (UKMTO) — lembaga pemantau keamanan pelayaran berbasis di Inggris —
telah mengeluarkan peringatan resmi kepada kapal-kapal di sekitar wilayah
tersebut.
Dalam laporannya, UKMTO menyebut bahwa “nahkoda kapal melaporkan didekati oleh satu kapal kecil dari buritan. Kapal kecil itu melepaskan tembakan senjata ringan dan RPG ke arah kapal.
” Insiden tersebut terjadi sekitar 560 mil laut di tenggara kota Eyl, Somalia, di kawasan Samudra Hindia. Eyl dikenal sebagai pusat aktivitas bajak laut pada pertengahan 2000-an, ketika gelombang pembajakan di perairan Somalia sempat mencapai puncaknya.
Pasukan Uni Eropa bergerak
Operasi Atalanta, misi militer Uni Eropa yang bertugas memerangi pembajakan di sekitar Tanduk Afrika, menyatakan bahwa salah satu unitnya “berada di dekat lokasi kejadian” dan siap mengambil tindakan yang diperlukan.
Pasukan tersebut sebelumnya telah menangani sejumlah
serangan bajak laut baru-baru ini, dan bahkan telah memperingatkan adanya
kelompok yang kembali aktif di lepas pantai Somalia, dengan potensi serangan
“hampir pasti” akan terjadi. Menurut perusahaan keamanan swasta Ambrey,
kelompok bajak laut yang menyerang Hellas Aphrodite diyakini beroperasi
menggunakan kapal nelayan Iran yang sebelumnya mereka bajak, dan dari situlah
mereka menembaki kapal tanker tersebut.
Serangan bajak laut kembali meningkat
Serangan Kamis ini bukan yang pertama dalam beberapa bulan
terakhir. Pada 3 November lalu, kapal berbendera Kepulauan Cayman Stolt
Sagaland juga sempat menjadi sasaran upaya pembajakan.
Dalam insiden itu, terjadi baku tembak antara penjaga
bersenjata kapal dan para penyerang, meski serangan akhirnya gagal.
Sementara pada Mei 2024, kapal berbendera Liberia Basilisk
sempat dibajak, namun pasukan laut Uni Eropa berhasil menyelamatkan 17 awak
kapal. Kasus pembajakan terakhir yang berhasil dilakukan terjadi pada Desember
2023, ketika kapal berbendera Malta Ruen diculik dan dibawa ke pantai Somalia
sebelum pasukan angkatan laut India membebaskan kru dan menangkap para pelaku.
Dilansir dari laman : Kompas.com
0 Komentar