.jpeg)
Foto | Pembukaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Sabang di halaman Mesjid Agung Babussalam Kota Sabang, sabtu (11/10) malam.
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan perubahan zaman, pembinaan karakter Islami bagi generasi muda menjadi pondasi penting bagi masa depan anak bangsa. Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kota Sabang melalui pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Sabang Tahun 2025 ini, yang digelar sebagai wadah pendidikan, kreativitas dan pembentukan moral generasi penerus umat.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Sabang akan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan akhlak dan kecerdasan spiritual anak-anak terus mendapat perhatian serius di daerah ujung barat Sumatera Indonesia tersebut.
"Saya melihat, FASI bukan sekadar kompetisi, tetapi
momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus
melestarikan seni budaya Islami di tengah kehidupan modern yang semakin
kompleks.
Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
panitia pelaksana, khususnya Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota
Sabang serta BKPRMI Sabang yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan mulia
ini.
Bagi saya, FASI bukan hanya ajang perlombaan, tetapi wahana untuk menumbuhkan karakter anak-anak yang berakhlakul karimah, cerdas, dan cinta pada nilai-nilai Islam,"kata Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus dalam sambutannya.
![]() |
| Foto | Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus memberikan sambutan pada pembukaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Sabang di halaman Mesjid Agung Babussalam Kota Sabang |
Festival Anak Sholeh Indonesia di Kota Sabang diikuti oleh ratusan peserta yang mewakili setiap gampong (Desa) dari berbagai kecamatan. Mereka telah melewati seleksi ketat di tingkat gampong, sebelum akhirnya tampil di tingkat kota untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang seni dan kreativitas Islami mulai dari lomba azan, hafalan surah pendek, pidato, kaligrafi, hingga nasyid.
Setiap kegiatan dalam FASI bukan semata lomba, tetapi juga sarana pembelajaran. Di dalamnya tertanam nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat ukhuwah. Anak-anak tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga belajar menghargai sesama, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta mencintai ajaran agama dengan cara yang menyenangkan.
Harapan Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, FASI harus menjadi simbol penting upaya
pemerintah dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Islami di tengah
gempuran modernisasi.
“Melalui FASI, kita dapat melihat betapa kaya dan indahnya nilai-nilai Islam yang tumbuh di Sabang. Festival ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar-gampong dan antar-generasi. Sehingga kebersamaan umat terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang menjadi fokus nasional, FASI memiliki posisi penting dalam membentuk kepribadian generasi muda. Pendidikan Islami sejak usia dini merupakan benteng moral yang tak ternilai di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi.
![]() |
| Foto | Forkopimda Kota Sabang saat menyaksikan perlombaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Sabang |
“Telebih di era digitalisasi dan modernisasi saat ini, pendidikan Islami sejak dini melalui FASI menjadi sangat penting sebagai benteng moral dan spiritual generasi muda. Jadi, melalui festival ini, kita bentuk generasi yang cerdas, terampil, dan tetap kokoh pada nilai-nilai keislaman.
Dengan kata lain, kegiatan yang dilaksanakan FASI juga
sejalan dengan visi Pemerintah Kota Sabang yang berkomitmen menjadikan
pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas. Di luar aspek infrastruktur
dan ekonomi.
Pembangunan akhlak generasi muda menjadi investasi jangka
panjang yang sangat berharga," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, FASI juga harus bisa mendorong anak-anak untuk tidak hanya pandai secara akademik, tetapi memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas.
Dengan pembinaan yang dilakukan melalui berbagai lembaga keagamaan dan dukungan keluarga, Sabang berupaya menyiapkan generasi yang tangguh, beretika, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Sabang Suradji
Junus juga mengajak masyarakat khususnya para orang tua dan guru, untuk
terlibat aktif dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak.
Menurutnya, pendidikan akhlak tidak bisa hanya mengandalkan lembaga formal atau kegiatan keagamaan semata, tetapi harus berawal dari rumah dan lingkungan sekitar.
“Kepada masyarakat, para orang tua, pendamping dan guru, saya mengajak untuk berpartisipasi aktif dan merasakan kegembiraan dalam peringatan FASI ini. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak kita,” katanya.
Keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan nilai Islami di tengah perubahan sosial. Dalam konteks Sabang, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi pondasi kuat yang membuat pembinaan generasi muda terus berjalan dengan baik.
Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah telah berupaya memperluas kegiatan keagamaan ke seluruh gampong, termasuk penyelenggaraan TPA, dayah, dan berbagai pelatihan guru ngaji. FASI menjadi puncak apresiasi dari seluruh proses pembinaan tersebut.
Lebih jauh, Suradji Junus menekankan bahwa pelaksanaan FASI juga merupakan bagian dari syiar Islam yang nyata. Di tengah masyarakat majemuk dan era keterbukaan informasi, kegiatan seperti FASI menjadi ruang positif untuk memperkenalkan Islam sebagai agama yang damai, berbudaya, dan mengedepankan nilai-nilai kebaikan.
“FASI memiliki peran strategis dalam membina akhlak generasi
muda dengan mendekatkan ilmu agama sejak dini sebagai upaya mewujudkan generasi
penerus yang Islami di Kota Sabang,” ujarnya.
“Kegiatan ini juga merupakan wujud syiar Islam yang nyata, di mana anak-anak dapat mengembangkan pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta pada agama, serta menjadi muslim sejati yang berpegang teguh pada ajaran syariat Islam," katanya.
Hal itu tampak dari antusiasme peserta dan masyarakat yang
memadati lokasi acara. Anak-anak tampil penuh semangat, menampilkan kemampuan
terbaik mereka dalam membaca Al-Qur’an, menulis kaligrafi, dan menyampaikan
pesan-pesan keislaman dengan cara yang menyentuh hati.
Di sisi lain, para orang tua, ustaz dan ustazah, serta
panitia juga turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan motivasi.
Bagi Pemerintah Kota Sabang, FASI bukan hanya kegiatan
tahunan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan karakter bangsa.
Nilai-nilai akhlakul karimah yang ditanamkan kepada anak-anak akan membentuk
kepribadian yang kuat, yang pada gilirannya menjadi dasar bagi kemajuan daerah
di masa depan.[ADV]
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 Komentar