Sabang 60 Tahun: Harmoni dalam Keberagaman, Melangkah ke Masa Depan

 

Foto | Teluk Sabang saat Sabang Marine Festival 2023

ENAM puluh tahun bukanlah usia yang singkat bagi sebuah daerah untuk menorehkan sejarah dan pencapaian. 

Kota Sabang, yang berada di ujung barat Indonesia, telah melewati perjalanan panjang penuh dinamika dari sebuah kota kecil dengan peran strategis di masa lalu hingga kini bertransformasi menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia.

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kota Sabang bukan hanya seremonial belaka. 

Lebih dari itu, ini adalah saat yang tepat untuk mengenang jasa para pendahulu, merenungkan perjalanan enam dekade, serta meneguhkan tekad bersama dalam menatap masa depan. Dengan tema “Harmoni dalam Keberagaman”, Sabang menegaskan kembali jati dirinya sebagai kota yang damai, toleran, dan siap menjadi pariwisata unggulan yang membanggakan Indonesia.

Pesan Sekda: Bersatu Majukan Sabang

Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Sabang, Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Nourman, mewakili Wali Kota Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Suradji Junus, menyampaikan pesan penuh semangat. 

Foto | Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Norman pada Sidang Paripurna HUT Kota Sabang ke-60 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRK Sabang

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan membangun daerah pasca pemilihan kepala daerah serentak.

“Sudah saatnya kita semua lebih meningkatkan akselerasi untuk memajukan Kota Sabang. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama solid seluruh elemen masyarakat, saya yakin kita tidak hanya bisa mengatasi tantangan ini, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia,” ungkap Andri Nourman.

Ia juga menegaskan visi jangka panjang melalui program nyata yang berpihak kepada rakyat, berlandaskan pembangunan berkelanjutan. Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang masa bakti 2025–2030 terangkum dalam gagasan “Potensi Sabang Emas dalam Bingkai Free Trade Zone.”

Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persatuan. “Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Sabang yang lebih baik. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan untuk memecah belah, tetapi untuk saling melengkapi dan memperkaya,” ujarnya.

Refleksi DPRK: Sejarah dan Harapan

Foto | Foto bersama jajaran Pemerintah Kota Sabang dan Forkopimda Sabang

Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, juga menegaskan bahwa enam dekade perjalanan Kota Sabang adalah hasil kerja lintas generasi. Dari pusat pertahanan Angkatan Laut RIS pada 1951, menjadi kewedanaan Aceh Besar pada 1956, hingga akhirnya berdiri sebagai daerah otonom melalui UU Nomor 10 Tahun 1965 semua fase adalah bukti perjalanan panjang Sabang.

“Tidak terasa Kota Sabang telah berusia 60 tahun. Rentang panjang ini penuh romantika dan dinamika sejarah. Kepada para pendahulu, kita menyampaikan hormat dan terima kasih atas jasa terbaiknya,” tutur Magdalaina.

Ia menekankan bahwa peringatan ini adalah pengingat cita-cita besar para pendiri yang ingin menjadikan Sabang mandiri dan sejahtera. “Momentum ini harus kita jadikan refleksi untuk memperkuat sinergi dan komitmen membangun Sabang yang lebih maju dan membanggakan, bukan hanya untuk kita tapi juga untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Atas nama pimpinan DPRK, Magdalaina menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat atas kerja sama yang solid membangun Sabang dengan semangat gotong royong, demokrasi, dan akuntabilitas.

Meriah dengan Festival Budaya

Foto | Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam bersama Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus menghadiri dan menikmati Festival Kuah Beulangong tahun 2025

Semarak HUT ke-60 Kota Sabang juga terasa dalam berbagai kegiatan budaya yang menggugah kebersamaan.

  • Festival Kuah Beulangong, diikuti 18 gampong dengan 20 kuali besar, menghadirkan kuliner khas Aceh yang telah menjadi ikon Sabang.
  • Festival Geulayang Tunang, lomba layang-layang dengan tema Harmoni dalam Keberagaman, melestarikan seni tradisi yang melekat dalam masyarakat.
  • Lomba Asah Terampil Kelompok Informasi Gampong (KIG), memperkuat peran gampong dalam menyebarkan informasi pembangunan.
  • Rapat Paripurna DPRK, sebagai forum resmi peringatan hari jadi yang meneguhkan komitmen bersama.

Rangkaian acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan cermin komitmen Sabang untuk menjaga budaya sekaligus mempromosikan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Enam puluh tahun perjalanan Sabang adalah fondasi yang kokoh untuk melangkah ke depan. Dengan keberagaman yang harmonis, sinergi pemerintah dan masyarakat, serta visi pembangunan berkelanjutan, Sabang siap memperkuat posisinya sebagai kota pariwisata unggulan Indonesia.

Peringatan HUT ini adalah ajakan bagi seluruh warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan. Karena Sabang bukan hanya milik hari ini, tetapi juga warisan berharga untuk generasi yang akan datang.(ADV)

0 Komentar