
Foto | Kadispar Sabang Syamsurizal
Sabang.AGN – Pemerintah Kota Sabang terus memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan infrastruktur pendukung, dengan fokus pada aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan. Langkah ini dianggap penting untuk menunjang pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Syamsurizal, menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur pariwisata menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan kepariwisataan daerah, khususnya dalam rangka mendukung kawasan unggulan seperti Iboih, Pulau Rubiah, Gua Sarang, dan Kota Tua Sabang.
“Peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata, penambahan fasilitas umum seperti toilet, tempat istirahat, serta penunjuk arah yang informatif menjadi bagian penting dari upaya kami menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan aman,” ujar Syamsurizal saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Sabang, Sabtu (8/2/2025).
Salah satu fokus pembangunan adalah perbaikan dan pelebaran jalan menuju Gua Sarang dan kawasan Pantai Gapang yang selama ini dikeluhkan wisatawan karena sempit dan kurang memadai. Selain itu, Pemerintah Kota Sabang juga tengah mengembangkan dermaga penyeberangan kecil di kawasan Iboih untuk mendukung mobilitas ke Pulau Rubiah yang menjadi ikon wisata bahari.
“Kami ingin memastikan bahwa wisatawan yang datang ke Sabang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasa nyaman dari sisi fasilitas dan kemudahan akses,” jelasnya.
Syamsurizal menambahkan, peningkatan infrastruktur dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar tidak merusak lingkungan, terutama di kawasan konservasi laut dan hutan. Pemerintah daerah juga menggandeng pihak swasta dan komunitas lokal dalam pengelolaan fasilitas, guna menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap aset wisata.
“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kelestarian alam. Oleh karena itu, setiap proyek selalu diawali dengan kajian lingkungan dan konsultasi publik,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan destinasi, Dinas Pariwisata juga mulai menerapkan sistem digitalisasi layanan informasi wisata melalui aplikasi dan papan informasi interaktif di beberapa titik strategis. Dengan begitu, wisatawan dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai lokasi, fasilitas, dan kegiatan yang tersedia.
“Modernisasi ini kami lakukan agar Sabang tidak hanya dikenal karena alamnya, tetapi juga karena layanannya yang profesional dan berkelas,” tutup Syamsurizal.
Dengan pembangunan yang berkelanjutan dan
berbasis kebutuhan pengunjung, Sabang menargetkan peningkatan jumlah wisatawan
hingga 20 persen pada tahun 2025, sekaligus memperkuat posisinya sebagai
destinasi wisata prioritas di kawasan barat Indonesia.[REDAKSI]
0 Komentar