Sabang.AGN – Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sabang mulai mematangkan sistem monitoring dan evaluasi latihan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Ketua Binpres KONI Kota Sabang, Kurnia Yudha Pradana, S.Pd., Gr., menyampaikan perkembangan tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Sabang yang membahas proposal bantuan peralatan olahraga serta pelaksanaan Pra Training Center (Pra-TC), Senin (2/11/2026) malam.
Dalam pemaparannya, Kurnia menjelaskan bahwa persiapan atlet tidak hanya berkaitan dengan intensitas latihan, tetapi juga mencakup pemetaan lokasi, kesiapan sarana olahraga, penyusunan jadwal kunjungan, serta mekanisme evaluasi terhadap program latihan yang dilaksanakan di Sabang maupun Banda Aceh.
"Ada sejumlah atlet menjalani latihan di luar daerah dengan lokasi yang berbeda-beda. Kondisi ini menjadi perhatian dalam penyusunan sistem pengawasan agar perkembangan latihan dapat dipantau secara terukur," ujarnya.
Ia mencontohkan cabang olahraga taekwondo yang memiliki enam atlet, terdiri atas satu atlet berlatih di Sabang dan lima lainnya di Banda Aceh. Sementara itu, dua atlet karate menjalani latihan pada perguruan berbeda di luar Sabang sehingga membutuhkan kunjungan monitoring ke dua lokasi.
Berdasarkan pemetaan sementara, Binpres merencanakan 14 sesi monitoring pada sekitar sembilan lokasi latihan. Setiap sesi diperkirakan berlangsung selama 60 menit, dengan estimasi perjalanan antarlokasi sekitar 30 menit dan waktu kunjungan pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
Kurnia memaparkan, pelaksanaan monitoring diperkirakan membutuhkan tujuh hari apabila dilakukan satu tim. Namun, jika dibagi menjadi dua tim, waktu pelaksanaan dapat dipersingkat menjadi sekitar empat hari.
Selain kunjungan langsung, Binpres juga menyiapkan sistem administrasi yang mencakup pengunggahan program latihan oleh pelatih, penerbitan kuitansi otomatis, monitoring dan evaluasi, penilaian, pemberian rekomendasi, hingga mekanisme pencairan dana setelah proses verifikasi.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu diselesaikan. Sebanyak sembilan cabang olahraga tercatat belum mengisi formulir jadwal latihan. Penetapan petugas monitoring di Banda Aceh, pembagian tim kunjungan, serta pemutakhiran lokasi latihan balap sepeda dan taekwondo juga menjadi bagian dari pembahasan.
Melalui evaluasi tersebut, Binpres KONI Sabang berupaya memastikan kegiatan pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan dapat dipantau secara berkelanjutan. Kelengkapan data latihan, kesiapan fasilitas, dan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan kontingen Sabang menuju PORA 2027.[DIKK]

0 Komentar