Banda Aceh.AGN – Pengelolaan air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber air, tetapi juga membutuhkan sistem operasional yang efisien agar distribusi kepada pelanggan berjalan andal. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kuliah praktisi yang digelar Program Studi Teknik Industri Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang.
Kegiatan yang berlangsung di Museum Mesin Kuno Industri (Mektri), Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026), menghadirkan Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang, Eddy Husnizal, S.T., M.Ling., sebagai pemateri. Kuliah praktisi yang berlangsung pukul 16.30 hingga 18.00 WIB itu diikuti mahasiswa dan sivitas akademika Teknik Industri USK.
Dalam kegiatan tersebut, Eddy memaparkan penerapan manajemen operasional dan rantai pasok atau supply chain dalam penyelenggaraan layanan air bersih. Pembahasan mencakup tahapan pengelolaan, mulai dari sumber air baku, proses produksi dan pengolahan, penyaluran melalui jaringan perpipaan, hingga pelayanan kepada pelanggan.
Menurut Eddy, seluruh tahapan itu saling berkaitan dan harus dikelola sebagai satu sistem. Gangguan pada salah satu bagian dapat memengaruhi kelancaran distribusi dan berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh terputus. Karena itu, pengelolaan distribusinya harus dipandang sebagai satu rantai pasok yang utuh, dari hulu sampai hilir. Jika satu mata rantai lemah, pelanggan yang akan merasakan dampaknya. Di sinilah ilmu teknik industri sangat dibutuhkan untuk membantu kami mengambil keputusan yang lebih efisien dan terukur,” ujar Eddy.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan operasional yang membutuhkan kemampuan analisis dan perencanaan sistem, di antaranya pengendalian kehilangan air, pengaturan jadwal distribusi, pengelolaan persediaan suku cadang, serta peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, tantangan tersebut dapat menjadi ruang bagi lulusan Teknik Industri untuk menerapkan keahlian mereka dalam sektor pelayanan publik.
Eddy berharap hubungan antara Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang dan USK tidak berhenti pada kegiatan kuliah praktisi. Kerja sama, kata dia, dapat dikembangkan melalui penelitian dan program kerja praktik mahasiswa sehingga pengetahuan akademik dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan operasional di lapangan.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri USK, Dr. Suhendrianto, ST, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas partisipasi Eddy dan jajaran Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang dalam memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa.
Ia menilai pengelolaan distribusi air bersih menjadi contoh penerapan ilmu Teknik Industri di luar sektor manufaktur. Konsep optimasi, manajemen operasional, dan rantai pasok juga diperlukan dalam industri jasa, khususnya layanan publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Suhendrianto menjelaskan, kuliah praktisi merupakan bagian dari upaya program studi memperkuat hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia profesional. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengenali persoalan nyata dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Pemilihan Museum Mesin Kuno Industri sebagai lokasi kegiatan turut memberikan konteks mengenai perkembangan dunia industri. Suasana diskusi dan tanya jawab memungkinkan mahasiswa menggali lebih jauh persoalan efisiensi operasional serta tantangan dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih.
Kolaborasi USK dan Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang diharapkan membuka peluang kerja sama lanjutan antara perguruan tinggi dan pengelola layanan publik. Selain memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.[DIKK]

0 Komentar