DKP Sabang Jelaskan Peran Panglima Laot dalam Pengawasan Sumber Daya Laut

Foto | Kepala DKP Kota Sabang, Zulfan, S.Pi., menjelaskan peran Panglima Laot dan masyarakat pesisir dalam pengawasan sumber daya laut.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Sabang menilai keterlibatan masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian sumber daya laut. 

Keberadaan Panglima Laot dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) menjadi bagian dari sistem pengawasan berbasis masyarakat di wilayah perairan Sabang.

Kepala DKP Kota Sabang, Zulfan, S.Pi., menjelaskan bahwa Panglima Laot memiliki kedekatan dengan aktivitas nelayan dan memahami kondisi perairan di wilayah masing-masing. Peran tersebut dinilai membantu penyampaian informasi apabila ditemukan kegiatan yang diduga melanggar ketentuan, Selasa (3/11/2026).

Menurut Zulfan, masyarakat bersama Panglima Laot dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemanfaatan sumber daya laut kepada pihak terkait. Sementara itu, pembinaan menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan dalam pengawasan, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing instansi.

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi AcehGlobalNews.id, terdapat 12 kelompok Pokmaswas yang wilayah kerjanya tersebar di Balohan, Ie Meulee, Anoi Itam, Kuta Timu, Kuta Barat, Krueng Raya, Paya Seunara, Batee Shok, Beurawang, Jaboi, Keuneukai, dan Iboih.

Meski demikian, daftar kelompok tersebut merupakan dokumen yang mencantumkan tahun 2024. Karena itu, jumlah kelompok yang masih aktif pada 2026 belum dapat dipastikan tanpa pembaruan data mengenai kepengurusan, kegiatan pengawasan, serta pembinaan yang telah dilaksanakan.

Zulfan juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah ditemukan pelanggaran penangkapan ikan di kawasan konservasi yang ditindaklanjuti dengan pemberian peringatan. Namun, belum tersedia keterangan terperinci mengenai waktu kejadian, jumlah pelanggaran, maupun hasil tindak lanjut dari kasus tersebut.

Keberadaan Panglima Laot dan Pokmaswas diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga perairan Sabang. Pembaruan data kelompok, laporan pengawasan, dan tindak lanjut oleh instansi berwenang menjadi hal penting untuk mengetahui efektivitas pengawasan serta upaya perlindungan sumber daya laut secara berkelanjutan.[DIKK]

0 Komentar